Rusia Ajukan Penggunaan Darurat Vaksin COVID-19 Sputnik V ke WHO

Oleh Aditya Eka Prawira pada 28 Okt 2020, 08:47 WIB
Diperbarui 28 Okt 2020, 08:56 WIB
Vaksin COVID-19 Sputnik V Jalani Uji Klinis fase 3
Perbesar
Foto yang diabadikan pada 15 September 2020 ini menunjukkan vaksin COVID-19 bernama "Sputnik V" milik Rusia dalam uji klinis tahap tiga di Moskow, Rusia. (Xinhua/Alexander Zemlianichenko Jr)

Liputan6.com, Moskow - Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) telah mengajukan permohonan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk daftar penggunaan darurat dan prakualifikasi vaksin COVID-19 Sputnik V.

Rusia adalah negara pertama yang menyatakan akan menggunakan vaksin COVID-19 buatan sendiri untuk memerangi virus SARS-CoV-2 atau Virus Corona baru.

Kekhawatiran di kalangan ilmuwan dan dokter tentang keamanan dan kemanjuran dari Sputnik V muncul saat Rusia mengeluarkan pernyataan tersebut padahal uji coba skala besar belum rampung.

Dana Kekayaan Kedaulatan Rusia mengatakan bahwa daftar penggunaan darurat dimaksudkan agar vaksin COVID-19 tersedia dalam skala besar lebih cepat.

Sedangkan prakualifikasi dari WHO adalah 'label' yang memastikan bahwa vaksin Corona Sputnik V aman dan efektif.

CEO RDIF, Kirill Dmitriev, menjelaskan, prosedur tersebut akan memungkinkan Sputnik V dimasukkan ke dalam daftar produk medis yang memenuhi standar kualitas, keamanan, dan kemanjuran.

Vaksin COVID-19 Sputnik V dibuat oleh Gamaleya Institute. Produksinya didanai oleh Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF).

RDIF lalu menggandeng dana kekayaan kedaulatan Rusia terkait produksi massal vaksin tersebut di negara lainnya, di antaranya adalah India, Korea Selatan, Brasil, Arab Saudi, Turki, dan Kuba.

Simak Video Berikut Ini


Infografis Vaksin COVID-19

Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya