Jaga Imunitas Selama Pandemi, Orang dengan Obesitas Perlu Hindari Gula dan Tepung

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 12 Okt 2020, 07:00 WIB
Diperbarui 12 Okt 2020, 15:54 WIB
Pengaruh Obesitas dan Jarang Berolahraga
Perbesar
Ilustrasi Timbangan Berat Badan Credit: unsplash.com/iyunmai

Liputan6.com, Jakarta Obesitas tak hanya berisiko memunculkan penyakit tidak menular. Di satu sisi, orang dengan kondisi ini juga rentan terkena penyakit menular seperti COVID-19.

Menurut Gaga Irawan Nugraha, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Jawa Barat, sebagian besar kasus obesitas disebabkan oleh pengaruh gaya hidup yang salah.

"Gaya hidup itu terutama dua, yang pertama adalah pola makan, yang kedua pola aktivitas. Tentu yang ketiga adalah pola istirahat dan yang keempat mengonsumsi makanan-makanan atau kebiasaan yang buruk termasuk merokok," kata Gaga dalam siaran dari Graha BNPB beberapa waktu lalu, dikutip Minggu (11/10/2020).

Gaga mengatakan, orang dengan obesitas sesungguhnya mengonsumsi lebih banyak makanan daripada yang diperlukan oleh tubuhnya. "Yang lebihnya itu yang harus dihindari," ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan beberapa studi, yang paling cepat meningkatkan berat badan bagi orang Indonesia adalah karbohidrat sederhana.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Hindari Gula dan Tepung

4. Gula Dadu
Perbesar
Gula Bubuk Biasa Digunakan sebagai Pelengkap Donat (Sumber Gambar: pixabay.com)

"Jadi orang obesitas hindari gula. Baik gula dalam bentuk makanan-makanan yang manis seperti permen, cokelat, dan sebagainya, hindari gula. Kecuali di bumbu saja, kalau masak ada gulanya, boleh," kata Gaga.

Selain itu, orang obesitas juga diimbau untuk menghindari gula dalam minuman seperti soft drink, teh manis, kopi manis, dan lain-lain.

Selain gula, makanan yang mengandung karbohidrat sederhana adalah makanan-makanan yang terbuat dari tepung, baik tepung terigu, tepung kanji, atau tepung beras.

"Kita tahu semua camilan sekarang ini terbuat dari tepung terigu. Gula dan tepung terigu itu yang paling banyak meningkatkan gula darah memudahkan obesitas. Jadi yang paling harus dihindari adalah gula dan tepung, untuk orang yang obesitas."

Di masa pandemi COVID-19, penting bagi orang obesitas untuk menjaga kesehatannya. "Dengan keadaan imunitas dia menurun, masih juga ngotot mengonsumsi gula dan tepung, imunitasnya akan makin menurun dan akan lebih rentan terkena COVID-19 dan mengalami perberatan."

Untuk itu Gaga menyarankan beberapa hal. Yang pertama adalah makan teratur tiga kali sehari. Anda boleh memilih antara nasi, jagung, atau kentang, disertai lauk pauk yang mengandung protein hewani, nabati, dan sayuran.

"Dengan makan teratur, tiga kali dengan waktu yang tetap, maka kita akan lebih terhambat untuk mengonsumsi camilan." Sementara untuk camilan atau selingan, orang dengan obesitas disarankan untuk lebih memilih buah-buahan yang mengandung banyak air.

 

3 dari 4 halaman

Infografis 5 Alasan Diet Tidak Berjalan Lancar

Infografis 5 Alasan Diet Tidak Berjalan Lancar
Perbesar
Infografis 5 Alasan Diet Tidak Berjalan Lancar. (Liputan6.com/Lois Wilhelmina)
4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓