COVID-19 Timbulkan Ancaman Besar bagi Pasien Penyakit Jantung

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 29 Sep 2020, 13:00 WIB
Diperbarui 29 Sep 2020, 13:00 WIB
Wanita yang Sering Stres Rentan Kena Penyakit Jantung (SHAjAMP/Shutterstock)
Perbesar
COVID-19 bisa menimbulkan ancaman besar bagi pasien yang punya riwayat penyakit jantung. (SHAjAMP/Shutterstock)

Liputan6.com, Jakarta COVID-19 menimbulkan bencana besar bagi kesehatan jantung. Demikian peringatan yang disampaikan World Heart Federation (WHF) pada Hari Jantung Sedunia 2020. Peringatan ini perlu dipahami, terutama bagi penderita maupun pasien yang punya riwayat penyakit jantung.

Presiden WHF Karen Sliwa mengungkapkan, ada tiga faktor utama yang melatarbelakangi COVID-19 berpengaruh terhadap jantung.

Pertama, pasien COVID-19 dan penderita gangguan jantung memiliki risiko kematian tertinggi dan komplikasi parah. Kedua, jantung terkena dampak negatif akibat virus Corona. Bahkan orang-orang yang tidak memiliki penyakit jantung bawaan.

"Ketiga, kekhawatiran terhadap virus Corona mengakibatkan lonjakan drastis dalam tingkat kunjungan ke rumah sakit oleh pasien-pasien penyakit jantung. Banyak di antara mereka yang harus menjalani perawatan rutin dan darurat," ungkap Karen dalam keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, Selasa (29/9/2020).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dampak COVID-19 terhadap Jantung

Waspada, Migrain Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung (LightField Studios/Shutterstock)
Perbesar
Risiko Penyakit Jantung (LightField Studios/Shutterstock)

WHF ingin mempersatukan komunitas kesehatan global guna memberantas penyakit kardiovaskular yang telah membunuh 17,9 juta orang setiap tahun. WHF mengajak semua orang agar "menggunakan hatinya" dalam mengambil keputusan yang lebih baik demi masyarakat, orang-orang yang dikasihi, dan diri sendiri.

"Di masa-masa yang sulit ini, kita perlu memerhatikan orang-orang dengan risiko terbesar dari komplikasi COVID-19 serta memahami bagaimana dampak virus Corona terhadap jantung orang-orang yang sehat," lanjut Karen.

"COVID-19 telah menimbulkan bencana besar. Penderita kardiovaskular memiliki sedikit peluang untuk bertahan hidup, sedangkan orang-orang yang berisiko tidak mendapatkan pengobatan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan jantungnya."

Lebih lanjut, Karen mengatakan, jantung dan seluruh sistem pembuluh darah berada dalam bahaya tatkala terpapar COVID-19.

"Kita perlu bertindak sekarang juga. Kini, kita memiliki kesempatan yang baik untuk bersatu, mengerahkan segala keahlian serta memakai hati kita untuk bertindak," lanjutnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penyebab Penyakit Kardiovaskular

makan sehat
Perbesar
Gaya hidup sehat. Ilustrasi/copyright shutterstock.com/DOPTOON

WHF mencatat penyakit kardiovaskular disebabkan beberapa hal, di antaranya merokok, diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, dan polusi udara.

Untuk mengatasinya, WHF tak hanya mengajak individu untuk mengubah perilakunya, tapi juga masyarakat sebagai satu keseluruhan. WHF menjadikan kesetaraan sebagai prinsip utama dalam aktivitasnya.

"Kita sangat memerlukan akses layanan kesehatan, makanan sehat, dan gaya hidup sehat yang mudah dijalani dan terjangkau bagi semua orang. Membatasi produk-produk yang tak sehat, sambil menciptakan lingkungan sehat," pungkas Karen.

"Ini merupakan contoh dari sejumlah solusi yang dapat diterapkan pemerintah dan masyarakat. Dengan mempertimbangkan situasi pandemi COVID-19, WHF juga mendorong apresiasi dan perlindungan tenaga kesehatan garis depan."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis jantung kemkes

Infografis jantung kemkes
Perbesar
Infografis jantung kemkes
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya