Tiup Lilin, Cara Sederhana yang Dianjurkan untuk Menguji Kemampuan Masker

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 26 Sep 2020, 08:00 WIB
Diperbarui 26 Sep 2020, 08:00 WIB
Penutupan Kantor Kecamatan Kelapa Gading
Perbesar
Ondel-ondel mengenakan masker terpajang di depan Kantor Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta, Senin (21/9/2020). Kantor Kecamatan Kelapa Gading ditutup sementara selama 3 hari hingga Rabu (23/9) mendatang, pasca meninggalnya Camat Kelapa Gading, M Harmawan akibat COVID-19. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Larangan penggunaan masker scuba dan buff beberapa waktu lalu menimbulkan pro dan kontra. Mereka yang setuju berpendapat bahwa bahan pembuatannya yang terlalu tipis tidak efektif mencegah percikan yang mengandung virus corona.

Profesor Pratiwi Pujilestari Sudarmono, pakar mikrobiologi dari Universitas Indonesia mengatakan, sesungguhnya ada cara mudah untuk melihat apakah sebuah masker benar-benar berfungsi dengan baik atau tidak.

Saat dihubungi Health Liputan6.com, ditulis Jumat (25/9/2020), Pratiwi mengatakan bahwa metode meniup korek api atau lilin sambil menggunakan masker bisa dilakukan untuk menguji efektivitas masker dalam menyaring udara.

"Selama meniup dan lilinnya masih bisa mati, berarti dia masih bolong, udara masih bisa lewat," kata Pratiwi.

 

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pakai Masker Kain Tiga Lapis

Penjualan Masker Bedah 3 Lapis
Perbesar
Pedagang menunggu pembeli masker tiga lapis di Pasar Pramuka, Jakarta, Rabu (23/9/2020). Terkait pelarangan pemakaian masker scuba dan buff di KRL, penjualan masker biasa masih normal di pasaran dengan harga sekitar Rp.60.000-Rp 150.000 per boks. (merdeka.com/Imam Buhori)

Ia menambahkan, untuk bisa menahan virus, maka masker harus memiliki kerapatan kurang dari 0,1 mikron. Perlindungan ini hanya bisa didapatkan dari masker N95.

Namun, Pratiwi menegaskan bahwa masker N95 hanya diperuntukkan untuk tenaga kesehatan.

"Karena pembuatannya kan memang sangat mahal. Secara teknologi juga bukan teknologi yang sederhana, (dibuat) dengan baik," tambahnya.

Sementara, masker kain pada umumnya mampu melindungi dari partikel berukuran sekitar 0,3 mikron. Untuk itu, Pratiwi tetap meminta masyarakat untuk menggunakan masker kain tiga lapis saat beraktivitas di masa pandemi.

Soal masker scuba atau buff, Pratiwi mengatakan bahwa memang keduanya memiliki lapisan yang terlalu tipis. "Coba saja Anda tiupkan pakai korek api, dari balik (masker) scuba kan masih mati."

"Jadi pakai kain saja tiga lapis, itu sudah cukup."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Pakai Masker Kain SNI, Jangan Scuba dan Buff

Infografis Pakai Masker Kain SNI, Jangan Scuba dan Buff. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Pakai Masker Kain SNI, Jangan Scuba dan Buff. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya