4 Kota Besar di Indonesia dengan Kumulatif Kematian Terkait COVID-19 Tertinggi Sepekan Terakhir

Oleh Dyah Puspita Wisnuwardani pada 17 Sep 2020, 17:02 WIB
Diperbarui 17 Sep 2020, 17:02 WIB
Gambar ilustrasi Virus Corona COVID-19 ini diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Centers For Desease Control And Prevention (CDC). (AFP)
Perbesar
Gambar ilustrasi Virus Corona COVID-19 ini diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Centers For Desease Control And Prevention (CDC). (AFP)

Liputan6.com, Jakarta Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan, ada empat kota besar di Indonesia yang perlu mendapat perhatian khusus karena memiliki jumlah kumulasi kematian tertinggi di Tanah Air.

Keempat kota besar tersebut yakni Surabaya, Semarang, Jakarta Pusat, dan Makassar.

"Empat kota ini masuk dalam 10 besar kabupaten/kota dengan jumlah kumulatif kematian tertinggi. Dan laju kematian tertinggi per 100 ribu penduduk," ujar Wiku dalam keterangan pers daring dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Diharapkan keempat kota besar tersebut dapat betul-betul menurunkan jumlah kumulatif kematian serta laju kematian akibat COVID-19.

Sementara, jika melihat data laju kematian perkembangan COVID-19 di Indonesia, maka Bali, DKI Jakarta, dan Kalimantan Timur menjadi provinsi dengan laju kematian tertinggi dalam satu pekan terakhir.

"Kami mohon agar kepada para gubernur, bupati, dan wali kota dapat betul-betul memantau perkembangan kasus secara keseluruhan, termasuk (kasus) kematian di wilayahnya," kata Wiku.

 

2 dari 4 halaman

Kunci Menekan Kasus Kematian Akibat COVID-19

Lebih lanjut Wiku menjelaskan bahwa kunci untuk menekan angka kematian terkait COVID-19 terletak pada pelayanan kesehatan yang baik, penanganan yang tepat dan cepat pada kasus COVID-19 kelompok usia rentan dan gejala berat.

"Kami mohon juga kepada seluruh anggota masyarakat untuk benar-benar disiplin menjaga diri dan tidak menulari orang-orang terdekat, terutama masyarakat usia rentan dimohon untuk tidak keluar rumah jika tidak mendesak. Dan untuk usia produktif, sekali lagi kami ingatkan agar betul-betul disiplin menerapkan protokol kesehatan saat berada di luar rumah agar tidak tertular dan menularkan kepada keluarga yang ada di rumah," tutup Wiku.

3 dari 4 halaman

Infografis Cara Pakai Masker

Infografis Jangan Remehkan Cara Pakai Masker
Perbesar
Infografis Jangan Remehkan Cara Pakai Masker (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓