Situasi COVID-19 Terkini di 9 Provinsi Prioritas

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 17 Sep 2020, 17:10 WIB
Diperbarui 17 Sep 2020, 17:10 WIB
Wiku Adisasmito
Perbesar
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito meminta semua pihak kampanyekan masker sebagai upaya melindungi diri dan orang lain di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (8/9/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)

Liputan6.com, Jakarta Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito memaparkan kondisi COVID-19 terkini di sembilan provinsi prioritas. Kesembilan provinsi yang dimaksud antara lain, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, dan Bali.

"Pertimbangan pemilihan provinsi prioritas dilihat dari jumlah kasus aktifnya. Kedua, laju insidensi atau ketepatan penambahan kasus. Ketiga, persentase kematian," terang Wiku saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (17/9/2020).

"Keempat, laju kematian dan yang terakhir karakteristik wilayahnya."

Berikut ini gambaran situasi di 9 provinsi prioritas dari data Satgas COVID-19 per 13 September 2020:

1. Sumatera Utara

Di Sumatera Utara cenderung terjadi peningkatan zona risiko kabupaten/kota pada seminggu terakhir. Zona risiko paling banyak zona oranye

"Ada 27 kabupaten dan 33 kota dengan zona orange dan hanya satu kabupaten/kota yang tidak terdampak, yaitu Nias," lanjut Wiku,

"Sumatera Utara menjadi penyumbang 50 persen jumlah kasusterpusat pada satu daerah, yaitu Kota Medan. Kami mohon apabila terjadi proses penurunan jumlah kasus COVID-19 di Kota Medan secara khususnya, maka kondisi Sumatera Utara akan meningkat dengan baik

 

2 dari 6 halaman

DKI Jakarta dan Jawa Barat

2. DKI Jakarta

DKI Jakarta adalah peringkat kedua nasional kenaikan kasus COVID-19 tertinggi. DKI juga peringkat pertama nasional jumlah kasus COVID-19 tertinggi.

"Tidak ada kota yang berwarna kuning maupun hijau di DKI Jakarta. Jadi, ini menjadi perhatian nasional agar kinerjanya bisa diperbaiki," lanjut Wiku.

3. Jawa Barat

Ada lima kabupaten/kota di Jawa Barat yang menjadi penyangga ibu kota Jakarta, yaitu Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok.

"Kabupaten/kota ini adalah penyumbang kasus tertinggi di Jawa Barat sebesar 70 persen. Tidak ada kabupaten/kota di Jawa Barat yang berwarna hijau dan kenaikan kasus positif sebesar 9,3 persen selama seminggu terakhir," jelas Wiku.

"Ini perlu menjadi perhatian agar betul-betul kondisi, terutama daerah yang menempel di DKI Jakarta dapat diturunkan kasusnya. Diharapkan dapat memperbaiki kinerja Provinsi Jawa Barat."

 

3 dari 6 halaman

Jawa Tengah dan Jawa Timur

4. Jawa Tengah

Ada penambahan kasus positif di Jawa Tengah selama 4 minggu berturut-turut per 13 September 2020 mengalami kenaikan kasus mingguan sebesar 52 persen.

Sebanyak 53 persen kasus positif COVID-19 berasal dari Kota Semarang. Persentase kematian ini juga lebih tinggi dari nasional, yaitu sebesar 6,45 persen.

"Lalu ada 30 dari 35 kabupaten/kota di Semarang berada dalam zona oranye. Mari kita bekerja bersama-sama bersama pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperbaiki kondisi ini di Jawa Tengah," ujar Wiku.

5. Jawa Timur

Persentase kematian di Jawa Timur lebih tinggi dari nasional sebesar 7,25 persen.

"Mari kita bekerja bersama-sama untuk dapat menurunkan persentase angka kematian ini, sehingga bisa di bawah rata-rata nasional," terang Wiku.

Di Jawa Timur, ada 35 persen kasus positif berasal dari Kota Surabaya. Wiku menegaskan, bila kita memperbaiki kondisi di Kota Surabaya akan berkontribusi cukup besar di dalam kinerja Provinsi Jawa Timur.

Selanjutnya, 28 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur berada di zona oranye. Jawa Timur juga termasuk peringkat keempat dengan kecepatan laju kematian tertinggi di Indonesia (0,539).

"Jadi, Jawa Timur menjadi peringkat keempat dalam laju kematian tertinggi, apabila ini dikoreksi, maka kondisi nasional akan berubah besar," tambah Wiku.

 

4 dari 6 halaman

Bali dan Kalimantan Selatan

6. Bali

Provinsi Bali mengalami kenaikan kasus positif COVID-19 mingguan yang cukup signifikan selama 4 minggu berturut-turut. Bali juga menduduki peringkat keempat dari provinsi dengan insidensi kasus tertinggi, yaitu 171,39 per 100.000 penduduk.

"Di Bali juga mengalami kenaikan kematian tertinggi selama satu minggu terakhir, yakni 72 persen. Kemudian dari 9 kabupaten/kota, 6 di antaranya merupakan zona merah dan 3 berwarna orange," Wiku menerangkan.

"Ini perlu menjadi perhatian pemerintah Provinsi Bali dan seluruh pemerintah kabupaten/kota yang berada di Bali."

7. Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan mengalami kenaikan kasus positif COVID-19 sebesar 10,3 persen. Peningkatan kasus tinggi terdapat di Kota Banjarmasin, Kabupaten Kotabaru, dan kabupaten Tapin.

"Angka kematiannya untuk Kalimantan Selatan yaitu 4,16 persen. Kabupaten/kota berisiko tinggi berkurang menjadi tiga kabupaten/kota," lanjut Wiku.

"Yang menjadi zona sedang ada 10 kabupaten/kota. Hal ini harus diperbaiki dari waktu ke waktu."

5 dari 6 halaman

Sulawesi Selatan dan Papua

8. Sulawesi Selatan

Provinsi Sulawesi Selatan mengalami peningkatan kasus COVID-19 dalam 4 minggu sebelumnya. Pada minggu terakhir mengalami penurunan sebesar 18,7 persen dari minggu sebelumnya.

Kabupaten/kota yang mengalami kenaikan kasus signifikan, yaitu Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Kepulauan Selayar. Proporsi kematian sebesar 2,85 persen.

"Kota Makassar menyumbangkan 55,5 persen kematian di Sulawesi Selatan dalam pekan terakhir. Kami mohon perhatian untuk Makassar dan pimpinan kota Makassar agar betul-betul dapat menekan dan menyelamatkan jiwa dari masyarakat yang tertular COVID-19," lanjut Wiku.

9. Papua

Papua mengalami kenaikan kasus COVID-19 signifikan dalam 5 pekan terakhir sebesar 43,2 persen dari pekan sebelumnya. Angka kesembuhan  mengalami sedikit penurunan dari pekan sebelumnya, dari 79,7 persen menjadi 76 persen.

"Ini harus ditingkatkan kembali agar banyak masyarakat yang bisa segera sembuh dan selamat," tambah Wiku.

Untuk zona hijau di Papua terdapat di 13 kabupaten/kota atau sekitar 44,83 persen.

Zona risiko sedang berkurang menjadi 8 kabupaten/kota atau 27,59 persen, sedangkan zona risiko rendah bertambah menjadi 8 kabupaten/kota yaitu 27,59 persen.

 

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓