DKI Jakarta Targetkan 5.500 Tempat Tidur Isolasi untuk Pasien COVID-19

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 10 Sep 2020, 16:29 WIB
Diperbarui 10 Sep 2020, 16:32 WIB
FOTO: Stadion Patriot Disulap Jadi Ruang Isolasi Tambahan COVID-19
Perbesar
Petugas medis menyiapkan ruang isolasi tambahan di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (9/9/2020). Jumlah kasus COVID-19 di Bekasi sebanyak 32 aktif, 1.016 sembuh, 67 meninggal, dan 212 orang meninggal dengan penyakit khusus. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan kapasitas tempat tidur isolasi untuk pasien COVID-19 mencapai 5.500 tempat tidur. Angka tersebut dilihat dari proyeksi penambahan pasien COVID-19 yang dirawat, diperkirakan mencapai 5.500 pasien.

"Target kami sampai 5.500 tempat tidur (isolasi). Ini dilihat dari prediksi kami terkait jumlah pasien COVID-19 yang akan dirawat," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti saat dialog virtual, Rabu (9/9/2020).

"Untuk persentase Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterpakaian tempat tidur di Jakarta sudah lebih dari 80 persen. Ini memang di atas BOR standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Persentase BOR standar WHO, maksimal 60 persen, yang aman 60 persen."

Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta berupaya menambah kapasitas tempat tidur. Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta per 6 September 2020, persentase keterpakaian tempat tidur isolasi mencapai 83 persen.

Persentase 83 persen diperoleh dari 67 Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Jakarta, yang pada saat ini jumlah tempat tidur isolasi yang tercatat berjumlah 4.456 tempat tidur.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jaga Keseimbangan Pasien yang Dirawat

Ruang Isolasi Pasien Corona di Aceh
Perbesar
Petugas medis dengan pakaian pelindung menyiapkan ruang isolasi di sebuah rumah sakit di Banda Aceh, Selasa (3/3/2020). Di Aceh, dua rumah sakit menjadi rujukan pasien virus Corona, yakni Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh dan RSUD Cut Meutia, Aceh Utara. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Selain upaya penambahan tempat tidur, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang dan mengajak rumah sakit swasta untuk ikut serta menangani pasien COVID-19.

"Tambahan mengajak rumah sakit swasta untuk menangani COVID-19. Karena kan yang dirawat bukan hanya pasien COVID-19, banyak juga pasien non COVID-19. Ini upaya menjaga keseimbangan pasien yang dirawat," tandas Widyastuti.

"Pasien non COVID-19 ini ada yang intervensi tertunda, operasinya sudah terjadwal, dan pasien yang belum juga membutuhkan pelayanan penyakit kronis."

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah akan terus berupaya menambah kapasitas tempat tidur, termasuk di DKI Jakarta.

"Bahwa seluruh daerah, termasuk DKI Jakarta, kapasitas pelayanan kesehatan akan terus dimaksimalkan," katanya saat konferensi pers di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan, pemanfaatan tempat isolasi mandiri di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta perlu dilakukan dengan baik. Setiap rumah sakit yang menangani COVID-19 pun didorong mempersiapkan jumlah kapasitas tempat tidur.

"Perlu juga mempersiapkan dari segi jumlah kapasitas bed dan terus ditingkatkan. Kemudian ada upaya yang relaksasi yang dilakukan, terutama terhadap pasien-pasien yang posisinya sudah hampir sembuh dan masih dalam tahap observasi," lanjutnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓