Tanpa Rem Darurat, Tempat Tidur Isolasi COVID-19 RS di Jakarta Akan Penuh 17 September 2020

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 10 Sep 2020, 12:00 WIB
Diperbarui 14 Sep 2020, 14:06 WIB
Dua tenaga kesehatan yang bertugas di ruang isolasi salah satu rumah sakit rujukan di Sulut.
Perbesar
Dua tenaga kesehatan yang bertugas di ruang isolasi salah satu rumah sakit rujukan di Sulut.

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, jika tidak ada rem darurat, tempat tidur isolasi untuk pasien COVID-19 di rumah sakit Jakarta akan penuh pada 17 September 2020. Situasi COVID-19 di Jakarta sekarang dalam ambang batas hampir terlampaui kapasitas tempat tidur rumah sakit.

"Saat ini, Jakarta memiliki 4.053 tempat tidur isolasi khusus COVID-19. Kemarin (8/9/2020) sudah 77 persen angka keterpakaiannya dari angka 4.053 tempat tidur," papar Anies saat konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Dalam sebuah grafik, Anies memberikan ilustrasi, jumlah orang yang dirawat di ruang isolasi rumah sakit, ketika kasusnya mulai muncul di awal Maret 2020, kasus COVID-19 mulai bergerak. Pada 16 Maret 2020, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penutupan sekolah, perkantoran, dan tempat-tempat umum dalam waktu dua minggu.

Kemudian jumlah kasus COVID-19 yang harus dirawat mengalami peningkatan. Pada Juni 2020, Pemprov DKI Jakarta melakukan pembatasan, lalu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai berlaku pada 10 April 2020.

"Apa yang terjadi di sini, berpengaruh pada kapasitas rumah sakit Jakarta. Saat Jakarta memasuki masa transisi secara bertahap, terutama pada Agustus 2020, kita mulai menyaksikan peningkatan jumlah kasus COVID-19," lanjut Anies.

"Persentase tempat tidur isolasi 4.053, bila situasi semakin meningkat, proyeksi yang dibuat, yakni pada 17 September 2020, tempat tidur isolasi yang kita miliki akan penuh."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Proyeksi 4.807 Pasien yang Dirawat

Kesiapan RS Pertamina Jaya
Perbesar
Tim medis menyiapkan alat saat persiapan ruang laboratorium RS Pertamina Jaya, Jakarta, Senin (6/4/2020). Secara keseluruhan RSPJ memiliki kapasitas 160 tempat tidur dengan 65 kamar isolasi dengan negative pressure untuk merawat pasien yang positif Corona. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit dalam pasien COVID-19, Pemprov DKI Jakarta menambah kapasitas tempat tidur isolasi menjadi 20 persen. Angka tersebut juga memproyeksikan, adanya lonjakan pasien yang dirawat menjadi 4.807 pasien pada 8 Oktober 2020.

"Proyeksi 17 September 2020 ini bila tidak ada rem darurat, selanjutkan rumah sakit tidak mampu menampung pasien COVID-19 lagi. Dan ini waktunya tinggal sebentar lagi," lanjut Anies.

"Pemprov DKI Jakarta setiap waktu terus menambah rumah sakit swasta yang bisa terlibat untuk menaikkan kapasitas tempat tidur. Insha Allah, kami akan meningkatkan lagi kapasitas tempat tidur 20 persen, sehingga menjadi 4.807."

Anies menekankan, upaya menaikkan tempat tidur bukan sekadar menyediakan tempat tidur saja, melainkan memastikan sumber daya manusia (SDM) dokter dan perawat serta obat-obatan.

"Memastikan juga ada seluruh alat kesehatan pendukungnya. Selain itu, menaikkan kapasitas 4.807 tempat tidur bila tidak disertai dengan rem darurat berupa pembatasan penularan secara ketat, maka tempat tidur itu pun akan penuh di pekan kedua Oktober 2020," pungkasnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓