Dokter Vito Damay: Pakai Masker Saat Olahraga, Sebaiknya Atur Intensitas

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 31 Agu 2020, 12:00 WIB
Diperbarui 31 Agu 2020, 12:00 WIB
Kampanye Disiplin Pakai Masker
Perbesar
Seorang wanita saat mengkampanyekan Gerakan Masker Nasional "Jangan Kendor, Disiplin Pakai Masker" di Gelora Bung Karno, Jakarta (30/8/2020). Pembagian masker dan kampanye ini dilakukan mengantisipasi penyebaran lebih luas lagi virus covid-19. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Pemakaian masker selama berolahraga masih terus menjadi perdebatan banyak pihak. Namun, dokter merekomendasikan agar masyarakat tetap memakainya saat beraktivitas fisik namun dengan menyesuaikan intensitas.

"Memang ketika kita menggunakan masker saat berolahraga, karena tidak biasa mungkin merasa sedikit susah untuk bernapas," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Vito Damay dalam dialog dari Graha BNPB, Jakarta, ditulis Minggu (30/8/2020).

"Tapi tentu kita bisa atur intensitasnya. Contoh kalau kita lagi gowes (bersepeda) atau lagi berlari ya dikurangi kecepatannya. Bukannya malah tambah kecepatan saat menggunakan masker," ujarnya.

Vito mengatakan, seringkali olahraga menjadi alasan seseorang untuk melakukan hal-hal lain. Menurutnya, seringkali seseorang memiliki motivasi yang berbeda "apakah olahraga ingin dilihat orang atau memang olahraga untuk kesehatan."

"Kalau olahraga untuk kesehatan dia bisa cari tempat yang sepi, supaya dia kalau mau melepas masker tidak apa-apa karena tidak ada orang lain di sekitar situ." Menurutnya, hal ini dilakukan demi menerapkan jaga jarak untuk mencegah penularan COVID-19.

Saksikan juga Video Menarik Berikut Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tak Menyebabkan Kekurangan Oksigen

Vito A Damay
Perbesar
Di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (11/7/2020), Ddokter spesialis jantung Vito A Damay membeberkan cara kreatif mengedukasi COVID-19 kepada masyarakat, dari edukasi virtual sampai bernyanyi. (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/ Fotografer Dume Sinaga)

Vito sendiri mengatakan, penggunaan masker tidak serta merta membuat seseorang mengalami kolaps. Hal ini dinyatakannya untuk menanggapi isu yang beredar beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kejadian semacam itu kemungkinan disebabkan oleh pasien yang memiliki penyakit penyerta. "Kebetulan dia memang sedang memakai masker. Jadi bukan maskernya yang menyebabkan dia menjadi kolaps atau pingsan ketika olahraga."

Ia pun menegaskan bahwa penggunaan masker tidak dapat menyebabkan kekurangan oksigen.

"Selama ini kami sebagai dokter pun sudah pakai masker. Sebenarnya kalau Anda mau tahu, ketika kami melakukan prosedur operasi, prosedur semacam kateterisasi jantung, endoskopi, dan lain-lain, selama ini kami sudah pakai masker."

"Bahkan operasi bisa berlangsung berjam-jam, bisa berlangsung 12 jam dan kami tetap pakai masker. Tidak pernah ada laporan kekurangan oksigen ketika memakai masker."

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya