Kepala BKKBN Haryono Suyono Era Presiden Soeharto Terima Penghargaan Inovasi Posyandu

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 25 Agu 2020, 19:01 WIB
Diperbarui 25 Agu 2020, 19:01 WIB
Haryono Suyono
Perbesar
Pada 22 Agustus 2020, Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional memberikan penghargaan kepada Kepala BKKBN Prof Dr. Haryono Suyono era Presiden Soeharto atas keberhasilan inovasi posyandu yang dikembangkan mulai tahun 1983. (Dok Humas BKKBN)

Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) era Presiden Soeharto, Haryono Suyono menerima penghargaan atas program inovasi posyandu. Di bawah kepemimpinan Haryono, BKKBN membentuk dan mengembangkan posyandu di Indonesia.

Pembentukan posyandu pun mulai diresmikan pada tahun 1983 dan terus berkembang sampai sekarang. Penghargaan kepada Haryono diberikan oleh Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) pada momen Seminar 75 Tahun Indonesia Merdeka: Kontribusi Diaspora Indonesia Dalam Konteks Kesehatan Global pada 22 Agustus 2020.

Haryono mengenang sejarah singkat perkembangan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana saat memimpin BKKBN. Program Keluarga Berencana (KB) pada tahun 1970 melalui pendekatan medis dengan fasilitas klinik di semua wilayah.

Seiring dengan itu dikembangkan pendekatan kemasyarakatan yang didukung partisipasi perguruan tinggi dan masyarakat. Pengembangan yang berhasil dalam pendekatan kemasyarakatan dilanjutkan dalam lima tahun berikutnya dengan kegiatan operasional yang seimbang, antara pendekatan klinis dan kemasyarakatan.

"Pada awal tahun ketiga dari garapan lima tahunan, makin diyakini bahwa pendekatan kemasyarakatan bersama semua komponen pembangunan bangsa adalah pilihan yang tepat," kenang Haryono saat seminar virtual, ditulis Selasa (25/8/2020).

 

2 dari 4 halaman

Bawa Indonesia ke Kancah Dunia

Pemberian Vitamin A untuk Balita Selama Pandemi
Perbesar
Petugas Posyandu mengukur tinggi badan balita sebelum pemberian vitamin A di Pos Ronda Kampung Kebon Jukut RW 10, Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Kamis (6/8/2020). Kegiatan Posyandu untuk pertama kalinya selama pandemi corona ini bertepatan dengan pemberian vitamin A. (merdeka.com/Arie Basuki)

Pembentukan posyandu mulai tahun 1983. Hal ini demi mendukung program KB yang berfokus pada pendekatan kemasyarakatan. Pada waktu itu, posyandu yang dibentuk di tingkat desa.

"Pelaksanaannya dilaksanakan oleh aparat BKKBN dan Departemen Kesehatan dibantu ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di desa. Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah sampai level terbawah," lanjut Haryono sebagaimana keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com.

"Waktu itu kegiatan posyandu didampingi oleh penyuluh lapangan KB dan para bidan desa. Program KB melalui kegiatan Posyandu ini semakin meluas dan menampakkan hasil yang positif."

Keberhasilan tersebut membuat Indonesia banyak didatangi tamu dari berbagai negara untuk belajar. Inovasi pendekatan kemasyarakatan membawa Indonesia ke kancah dunia.

Pada tahun 1989, Indonesia mendapatkan Penghargaan UN Population Awards dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang diserahkan langsung oleh Sekjen PBB di Markas PBB, New York, Amerika Serikat. Penerimaan penghargaan diterima Presiden RI Soeharto, yang berkuasa pada saat itu.

“Saya berharap program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga berencana (Bangga Kencana) dapat memberi dukungan yang kuat menuju Indonesia Emas tahun 2045. Maka, program BKKBN perlu pertama-tama diarahkan lebih tajam kepada usaha meningkatkan mutu sumber daya manusia," harap Haryono.

 

3 dari 4 halaman

Teruskan Warisan

Pemberian Vitamin A untuk Balita Selama Pandemi
Perbesar
Petugas Posyandu memberikan vitamin A pada balita di Pos Ronda Kampung Kebon Jukut RW 10, Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Kamis (6/8/2020). Kegiatan Posyandu yang dilakukan pertama kali selama pandemi corona ini bertepatan dengan pemberian vitamin A kepada balita. (merdeka.com/Arie Basuki)

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyampaikan kekaguman atas keberhasilan program Bangga Kencana pada saat kepemimpinan Haryono. Program disesuaikan dengan hal-hal baru, nilai-nilai, situasi, dan kondisi saat ini.

“Kita meneruskan apa yang sudah diwarisi pendahulu. Kita teruskan nilai-nilai yang memiliki prestasi baik," ujarnya.

“Karena ekosistem yang ada sekarang sudah berbeda, kita harus menentukan hal-hal baru untuk mempertahankan prestasi bangsa kita di mata dunia."

Program Bangga Kencana menyasar, bagaimana mempertahankan usia harapan hidup melalui perbaikan tingkat kesehatan penduduk agar angka kematian bayi dan anak, ibu hamil, dan remaja terus diturunkan, usia Harapan Hidup lansia yang meledak jumlahnya dipertahankan pada posisi tinggi.

Mutu kepesertaan KB diarahkan pada pasangan usia muda dan diharapkan mereka ber-KB.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓