Saran Pakar Bila Ingin Mendidik Anak Lebih Disiplin

Oleh Liputan6.com pada 22 Agu 2020, 09:00 WIB
Diperbarui 22 Agu 2020, 09:00 WIB
ibu dan anak
Perbesar
ilustrasi ibu dan anak/Photo by Romina Ordóñez from Pexels

Liputan6.com, Jakarta Disiplin adalah salah satu hal penting yang perlu ditanamkan dalam diri anak. Ada banyak keuntungan dari disiplin, yang tentunya bermanfaat baginya hingga besar nanti.

Cara mengajarkan disiplin pada anak ternyata tidak sama. Perlu pendekatan yang sedikit berbeda baik pada anak yang sensitif atau dengan anak yang tak kenal takut.

"Saat memikirkan cara mendisiplinkan anak yang terbaik, pertimbangkan semua kebutuhan anak. Seorang anak yang pemalu dengan sedikit teman mungkin memiliki kebutuhan yang sangat berbeda dari anak yang aktif dan percaya diri," ujar Amy Morin, pakar pengasuhan anak, dikutip dari VeryWell.

Cara yang bisa dilakukan, pertama, pelajari kemampuan anak dengan rutinitas. Ada yang bisa dengan bagan, penghargaan atau struktur yang terus berulang.

"Perhatikan juga respona anak. Ada anak yang merespons pujian dengan baik ketika diingatkan bahwa mereka tetap mengerjakan tugas, bekerja keras, dan mengikuti aturan. Yang lain mungkin membutuhkan lebih banyak konsekuensi untuk membantu mereka tetap pada jalurnya," kata Morin.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan juga video menarik berikut


Perhatikan keerampilan sosial dan emosi anak

ibu dan anak
Perbesar
ilustrasi ibu dan anak bahagia/Photo by lucas souza from Pexels

Kedua, perhatikan juga keterampilan sosial dan emosional anak. Perilaku negatif seringkali berakar dari kurangnya keterampilan, bukan hanya pembangkangan. Jadi, penting untuk mempertimbangkan apakah kemarahan, ketidakdisplinan anak dipicu oleh ketidakmampuannya mengungkapkan perasaan atau emosi. Kemampuan anak memahami sebab akibat juga harus dilihat.

"Beberapa anak senang mengikuti aturan selama mereka memahaminya. Anak-anak ini membutuhkan penjelasan sederhana tentang alasan di balik aturan atau alasan atas konsekuensi yang diberikan," ungkap Morin.

Kuncinya adalah aturan disiplin yang dibuat adalah demi membantu anak mengembangkan disiplin dirinya sendiri. Hal itu sangat mereka butuhkan untuk membuat keputusan yang baik di berbagai situasi.

 

Penulis: Mutia Nugraheni/Dream.co.id

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya