Kegembiraan HUT RI Ke-75, Jubir Wiku: Masih Banyak Kerumunan dan Tidak Pakai Masker

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 19 Agu 2020, 11:00 WIB
Diperbarui 19 Agu 2020, 11:00 WIB
Wiku Adisasmito
Perbesar
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito sampaikan Ketua Satgas Nasional Doni Monardo mendaftarkan diri jadi relawan uji klinis vaksin COVID-19 saat konferensi pers di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (13/8/2020). (Dok Tim Komunikasi Satgas Nasional)

Liputan6.com, Jakarta Melihat perayaan HUT RI ke-75, masyarakat masih banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Kerumunan terjadi dan sebagian besar orang yang hadir dalam suatu kegiatan tidak memakai masker.

"Pada perayaan 17 Agustus dengan kegembiraan yang ada di masyarakat, terlihat ada beberapa hal yang terjadi (tidak mematuhi protokol kesehatan)," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (18/8/2020).

"Semoga tidak terulang di masa depan. Pertama, ada kegiatan sepeda santai yang diikuti lebih dari 3.000 orang di Padang, Sumatera Barat pada tanggal 16 Agustus dan terlihat sebenarnya banyak kerumunan yang cukup dekat dan sebagian tidak menggunakan masker."

Wiku memohon seluruh anggota masyarakat dan pimpinan daerah memerhatikan hal-hal di atas agar tidak terjadi di masa yang akan datang.

2 dari 3 halaman

Pertunjukan Musik dan Aksi Koalisi

Penertiban PSBB Tidak Pakai Masker
Perbesar
Petugas gabungan memberikan hukuman push up kepada warga yang tidak memakai masker saat razia Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kawasan Jalan Fatmawati, Jakarta, Selasa (28/4/2020). Penertiban terkait pelaksanaan PSBB Jakarta dan memutus rantai penyebaran COVID 19. (merdeka.com/Imam Buhori)

Kedua, ada pertunjukan musik yang dihadiri oleh ribuan orang di Wisata Alam Jumprit, Temanggung, Jawa Tengah pada tanggal 15 Agustus 2020. Situasi terlihat banyak sekali yang tidak menggunakan masker.

"Jadi, kembali lagi, mohon kesadaran masyarakat untuk betul-betul disiplin menggunakan masker sebagai salah satu protokol kesehatan," lanjut Wiku.

"Yang terkini pada hari ini (Selasa, 16 Agustus 2020), ada aksi masyarakat dari deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi di Jakarta. Dan ini juga terlihat kerumunan massa yang cukup besar dan saling berdekatan. Sebagian ada yang menggunakan masker dan cukup banyak yang tidak menggunakan masker atau maskernya digunakan dan diturunkan di dagu.

Ia menegaskan, situasi di atas dapat menjadi perhatian anggota masyarakat bahwa apa yang kita capai secara bersama dan berusaha susah payah yang ditunjukkan dengan zonasi risiko menggambarkan tingkat penularan COVID-19.

"Apabila kejadian-kejadian seperti ini terulang, maka klaster akan muncul. Dan ini harus kita cegah agar betul-betul kondisi aman COVID-19 di Indonesia bisa terjadi serta masyarakat bisa melakukan kegiatan sosial ekonomi secara terkendali," imbuh Wiku

"Jadi, kembali lagi mohon agar kita disiplin menggunakan masker, jaga jarak karena apa yang sudah terjadi itu tadi sebuah refleksi dari kegembiraan yang ada di masyarakat, sehingga lupa atau mengenyampingkan protokol kesehatan."

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓