Vaksin COVID-19 dari China Bakal Uji Klinis, DPR RI: Kalau Cocok Sangat Membantu

Oleh Liputan6.com pada 22 Jul 2020, 11:20 WIB
Diperbarui 22 Jul 2020, 11:20 WIB
Sampel vaksin COVID-19 nonaktif di Sinovac Biotech Ltd. Beijing, China. (Xinhua/Zhang Yuwei)
Perbesar
Sampel vaksin COVID-19 nonaktif di Sinovac Biotech Ltd. Beijing, China. (Xinhua/Zhang Yuwei)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyambut baik kehadiran kandidat vaksin COVID-19 dari Sinovac Biotech, China. Sebanyak 2.400 vaksin tersebut sudah tiba di Bio Farma pada Minggu 19 Juli 2020 dan siap dilakukan uji klinis tahap ketiga.

"Vaksinnya sudah datang dan kami mengapresiasi kalau kemudian sudah ada. Tapi itu kan harus diuji coba di sini," kata Dasco di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Dasco juga mendapat kabar bahwa Kementerian Kesehatan dan BUMN sudah berkoordinasi terkait vaksin tersebut. Sehingga, uji klinis vaksin berjalan dengan baik dan cepat.

"Kalau itu memang cocok untuk situasi dan kondisi serta karakteristik virus COVID-19 di Indonesia itu bisa sangat membantu, saya rasa," ucapnya.

Politikus Partai Gerindra itu belum bisa menjawab apakah masyarakat wajib menggunakan vaksin jika sudah tersedia. Dasco menyerahkan keputusan kepada pemerintah.

"Itu sayak enggak tahu. Itu kan keputusan pemerintah dalam hal ini Kemenkes," pungkasnya. 

 

2 dari 2 halaman

Uji Klinis Tahap 3 pada Agustus

 

Tim Riset Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat tengah menyiapkan uji klinis fase III vaksin COVID-19 kerja sama antara Bio Farma dan Sinovac Biotech, China. Rencananya, uji klinis dilakukan pada Agustus 2020.

Vaksin tersebut akan disuntikkan dua kali kepada 1.620 relawan di Bandung. Namun, baru bisa dilakukan setelah Komite Etik Penelitian Unpad memberikan persetujuan.

"Begitu Komite Etik sudah oke, kita akan jalan," kata Ketua Tim Riset Fakultas Kedokteran Unpad Kusnandi Rusmil seperti dikutip dari laman resmi unpad.ac.id.

Vaksin COVID-19 tersebut bakal disuntikkan dua kali ke tubuh relawan per 14 hari. Secara berkala, tim akan melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap setiap relawan. Pemantauan relawan dilakukan selama 7 bulan.

Uji klinis fase tiga vaksin COVID-19 dari Sinovac membutuhkan waktu panjang. Koordinator Uji Klinis Vaksin COVID-19, Kusnandi Rusmil menyebutkan pengujian bakal selesai pada Januari 2021.

"Harapan saya semuanya baik dan penelitian ini akan selesai pada bulan Januari (2021)," kata Kusnandi usai bertemu Presiden Joko Widodo.

 

 

(Reporter: Genan Kasah/Merdeka.com)

Lanjutkan Membaca ↓