Lebih 200 Siswa Secapa TNI di Bandung Terpapar Corona COVID-19

Oleh Arie Nugraha pada 08 Jul 2020, 14:00 WIB
Diperbarui 08 Jul 2020, 14:00 WIB
Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19.
Perbesar
Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19. Kredit: Fernando Zhiminaicela via Pixabay

Liputan6.com, Jawa Barat - Lebih dari 200 siswa sekolah calon perwira (Secapa) TNI Bandung diiperkirakan terpapar COVID-19. Adanya hal itu menyebabkan sekolah tersebut diberlakukan isolasi wilayah untuk satu area.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Berli Gelung Sakti, menyatakan, seluruh siswa di Secapa Bandung terus dilakukan pemeriksaan rapid test dan dilanjutkan dengan pemeriksaan tes usap (swab test) dari lima hari lalu. Berli mengatakan pemeriksaan tersebut dilakukan oleh tim kesehatan Kodam III Siliwangi.

"Kemudian yang lainnya lagi ada juga yang sempat dirujuk ke Rumah Sakit Dustira dan Rumah Sakit Gatot Subroto, RSPAD. Ini sesuai dengan kondisinya. Kemudian sesuai dengan arahan dari Pak Gubernur kemarin di rapat evaluasi gugus tugas, selanjutnya kita akan lakukan pemeriksaan atau masif tes terhadap hampir 23-an lagi sekolah pendidikan kemiliteran yang ada di Jawa Barat," kata Berli dalam keterangan resminya di Bandung, Rabu, 8 Juli 2020.

Berli menjelaskan terdapat delapan siswa Secapa Bandung yang dirawat di Rumah Sakit Dustira. Berdasarkan data yang diperoleh otoritasnya, kemarin terdapat 105 siswa Secapa Bandung yang terkonfirmasi positif COVID-19.

 

2 dari 4 halaman

Penyemprotan Desinfektan

Berli menuturkan selain melakukan berbagai pemeriksaan COVID-19 dan isolasi wilayah, juga dilakukan penyemprotan disinfektan di Secapa Bandung. Termasuk melakukan penelusuran riwayat secara epidemologis oleh tenaga kesehatan Provinsi Jawa Barat serat Kota Bandung dan Puskesmas Kecamatan Coblong.

"Untuk mengindentifikasi lokasi sekolah yang hendak dilakukan pemeriksaan COVID-19. Pemeriksaan ini ucap Berli bisa dari petugas Gugus Tugas Provinsi Jawa Barat, pemerintah kabupaten dan kota setempat atau puskesmas," sebut Berli.

 

3 dari 4 halaman

Sekolah Berbasis Asrama Lainnya

Tak hanya institusi pendidikan militer, pemerintah juga akan melakukan pemeriksaan terhadap sekolah kedinasan pemerintah. Juga akan melacak ke sekolah berbasis asrama seperti pondok pesantren, karena mereka masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Seluruh sekolah berbasis asrama yang masih melakukan kegiatan belajar mengajar ini, akan dilakukan pemeriksaan rapid tes. Untuk sekolah yang meniadakan kegiatan belajar mengajar tidak akan dilakukan hal serupa.

"Ini menunjukan bahwa bahaya penyebaran pandemi ini masih sangat nyata bagi kita semua. Untuk itu tentunya himbauan dari pemerintah agar tetap melakukan phisical distancing, menggunakan masker dan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun serta hindari kerumunan harus benar-benar ditaati," ucap Berli.

Berli meminta seluruh pihak agar tetap mematuhi segala protokol kesehatan yang berlaku pada masa pandemi ini. Tak terkecuali bagi dunia pendidikan militer, kepolisian, pesantren serta sekolah berbasis asrama.

Provinsi Jawa Barat kini memiliki kluster baru COVID-19 yaitu kluster Secapa Bandung. Sebelumnya, Perusahaan Unilever menjadi kluster penyebaran COVID-19. 

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓