Sembuh dari COVID-19, Lansia Terkejut Terima Tagihan RS Rp15,6 M

Oleh Dyah Puspita Wisnuwardani pada 18 Jun 2020, 21:00 WIB
Diperbarui 18 Jun 2020, 21:00 WIB
Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19.
Perbesar
Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19. Kredit: Fernando Zhiminaicela via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta Seorang lansia penyintas COVID-19 terkejut mendapati tagihan perawatan selama di rumah sakit mencapai 1,1 juta dollar atau setara Rp15.625.555.000.

Michael Flor (70) tahu bahwa dia akan menghabiskan banyak biaya kesehatan karena harus dirawat di rumah sakit selama Maret hingga April 2020 karena terinfeksi COVID-19. Ditambah pula, ketika dirawat selama sebulan itu dia harus menempati unit perawatan intensif. Hanya saja, Michael tak menduga akan menerima tagihan sebanyak 181 lembar dengan total biaya 1,1 juta dollar. Hal itu tentu membuatnya terkejut.

"Aku membuka tagihan itu dan berkata, 'Ya Tuhan!'" ujarnya.

Michael Flor mendapat julukan 'bocah ajaib' oleh para perawat di Swedish Medical Center di Issaquash, Washington, AS, karena kemampuannya bertahan hidup setelah dirawat empat minggu menggunakan ventilator terkait COVID-19. Nyawanya nyaris melayang, bahkan perawat telah menelepon anggota keluarga Flor agar dapat mengucapkan selamat tinggal pada lansia itu dari jauh.

"Sakitnya parah, dengan kondisi setiap sistem organnya tak berfungsi," ucap salah seorang dokter, melansir laman New York Post.

Keajaiban terjadi, Michael Flor berhasil sembuh dan bisa kembali ke rumah. Kabar baik lainnya, tagihan sebesar 1,1 juta dollar itu pun sebagian besar telah ditutup oleh asuransi. Sementara tagihan 6 ribu dollar lainnya juga besar kemungkinan akan tertutupi oleh anggaran Konggres yang berkomitmen membantu rumah sakit-rumah sakit serta perusahaan asuransi meng-cover biaya yang keluar akibat pandemi COVID-19. Meski demikian, tagihan perawatan kesehatan Michael Flor tetaplah mengejutkan untuk perawatan penyakit serius yang bisa berujung kematian seperti COVID-19.

 

2 dari 2 halaman

Rincian biaya perawatan

Berikut rincian tagihan biaya perawatan di rumah sakit lansia tersebut:

Sejumlah 181 lembar tagihan itu meliputi hampir 3.000 items yang ditagihkan, rata-rata Michael menerima 50 jenis items. Pengeluaran terbesar adalah masa 42 hari perawatan di ICU yang menghabiskan 408.912 dollar atau setara Rp5.804.015.145. Kamar perawatannya harus ditutup dan hanya bisa diakses oleh petugas medis yang mengenakan baju hazmat lengkap sehingga menelan biaya 9.736 dollar (Rp138.190.836) per hari.

Lansia itu juga bergantung pada ventilator mekanik selama 29 hari. Biayanya 2.835 dollar per hari sehingga total mencapai 82.215 dollar. Selain itu, ada waktu dua hari ketika Flor mengalami gagal jantung, ginjal, dan paru-paru. Biaya untuk perawatan itu mencapai hampir 100 ribu dollar karena dokter berupaya dengan segala cara.

Hampir seperempat dari total tagihan yang diterima Flor untuk biaya obat-obatan. Itu pun di luar biaya masa pemulihan selama dua minggu di fasilitas rehabilitasi. Flor mengatakan, tagihan itu memberinya rasa bersalah sebagai penyintas.

"Ada perasaan, 'Kenapa aku?` Kenapa aku mendapat semua ini?" ujarnya ada Seattle Times. "Melihat betapa besar biaya yang dikeluarkan untuk itu semua menambah rasa bersalahku sebagai penyintas."

Namun, Flor bukanlah satu-satunya penyintas yang terkejut dengan tagihan rumah sakitnya. Ada pula pengacara yang beralih profesi sebagai penulis David Lat yang baru-baru ini mengungkapkan keterkejutan terkait tagihan perawatan kesehatannya. Lat dirawat selama 16 malam di rumah sakit pada Maret lalu, termasuk seminggu di ICU dan enam hari menggunakan ventilator. Total biaya yang diterimanya adalah 320 ribu dollar atau setara Rp4.542.016.000.

Lanjutkan Membaca ↓