Fakta Penyebab Kematian Pasien Covid-19 dan Trombosis yang Ramai di Medsos

Oleh Gilar Ramdhani pada 17 Jun 2020, 10:30 WIB
Diperbarui 17 Jun 2020, 10:30 WIB
Fakta Penyebab Kematian Pasien Covid-19 dan Trombosis yang Ramai di Medsos
Perbesar
Gambar ilustrasi diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Food and Drug Administration AS menunjukkan Virus Corona COVID-19. (US Food and Drug Administration/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Jagat media sosial beberapa waktu lalu heboh dengan kabar tentang bakteri yang menjadi penyebab kematian pada pasien positif virus corona atau Covid-19. Kabar tersebut ramai menjadi pembicaraan di laman Facebook. Salah satunya dari tangkapan layar akun Facebook Agung P. Murdanoto.

Sang pemilik akun mengunggah narasi yang menyebutkan bahwa dokter di Italia telah menemukan obat penangkal Covid-19. Dalam postingan terdapat klaim bahwa informasi berasal dari dokter di Italia yang tidak mematuhi hukum kesehatan dunia WHO.

Mengetahui ramai kabar tentang bakteri dan gumpalan darah penyebab kematian pasien-pasien Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional melakukan penelusuran fakta sekaligus menegaskan bahwa penyebab utama kematian pasien Covid-19 karena kegagalan pernafasan, bukan karena Trombosis seperti dikutip dari laman covid-19.go.id pada menu Hoax Buster [SALAH] “Italia mengalahkan COVID-19 “Koagulasi intravaskular diseminata” (Trombosis)”.

Sebagai informasi, trombosis sendiri merupakan suatu penyakit yang terjadi akibat terbentuknya gumpalan darah (trombus) dalam pembuluh darah.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional melampirkan beberapa penjelasan dan artikel yang membantah klaim tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Fact Check: Blood clot the main reason for Covid-19 death, claims conspiracy theory" yang ditayangkan situs indiatoday.in pada 25 Mei 2020.

Fakta Penyebab Kematian Pasien Covid-19 dan Trombosis yang Ramai di Medsos
Perbesar
(c) covid19.go.id

Dikutip dari Klikdokter, trombosis arteri umumnya terjadi pada individu yang telah mengalami aterosklerosis, atau penumpukan plak, di dalam pembuluh darah arteri. Aterosklerosis menyebabkan terjadinya penumpukan deposit ateroma, atau plak lemak, pada dinding pembuluh darah tersebut.

Aterosklerosis umumnya terjadi pada area di mana aliran darah mengalami turbulensi. Proses tersebut dapat mengalami percepatan apabila tubuh terekspos faktor risiko yang berat. Hal ini juga dapat terjadi lebih sering saat seseorang bertambah usia dan pada orang dengan riwayat keluarga mengalami penyakit tersebut.

Gejala-gejala umum trombosis ditandai dengan nyeri dada sesak napas, pusing, pucat, keringat dingin, mual dan muntah. Jika mengalami gejala tersebut, Anda bisa mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan dan resep obat. Untuk mencegah terjadinya trombosis atau penggumpalan darah sendiri, obat yang biasa dikonsumsi mengandung aspirin atau acetylsalicylic acid.

Puyer Bintang Toedjoe No. 16

Bintang Toedjoe
Perbesar
(c) Bintang Toedjoe.

Untuk mengobati penyakit seperti demam, sakit kepala dan nyeri lain yang kerap dihubungkan gejala Covid-19 maupun trombosis, PT Bintang Toedjoe menghadirkan Puyer Bintang Toedjoe No. 16 yang mengandung Paracetamol, Acetosal dan Caffein. Acetosal merupakan suatu agen analgesik-antipiretik (penghilang rasa nyeri dan penurun panas) dan anti inflamasi kuat, sedangkan parasetamol juga mempunyai efek yang sama dengan asetosal namun memiliki efek antiinflamasi yang lebih lemah. Baca aturan pakai dan keterangan lengkap lainnya pada kemasan sebelum mengkonsumsi Puyer 16.

Bintang Toedjoe Puyer 16 tersedia di apotik terdekat dan juga e-commerce kesayangan Anda, seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan juga Aplikasi Kesehatan Halodoc.