Galang Dana bagi Riset Corona COVID-19, Lansia 103 Tahun Jalan Marathon

Oleh Dyah Puspita Wisnuwardani pada 13 Jun 2020, 09:00 WIB
Diperbarui 13 Jun 2020, 09:00 WIB
Lansia (iStock)
Perbesar
Ilustrasi lansia (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Usia boleh tua, semangat harus tetap membara. Seorang dokter asal Belgia usia 103 tahun menunjukkan semangat untuk tetap bisa produktif dan bermanfaat bagi sesama dengan melakukan jalan marathon di halaman rumahnya. Tujuan dari aktivitas fisik tersebut adalah menggalang dana bagi riset terhadap virus Corona baru.

Alfons Leempoels terinspirasi seorang lansia berusia di atas 100 tahun asal Inggris yang juga berjalan untuk tujuan berderma. Dokter umum yang tak lagi berpraktik ini memulai perjalanan 26,2 mil-nya (sekitar 421,46 km) di sebuah daerah di Rotselaar, timurlaut Brussels pada 1 Juni dan berencana menuntaskan aksinya pada 30 Juni mendatang.

Setiap hari, Alfons berjalan 10 putaran sejauh 159 yards atau sekitar 145 meter. Dia membagi 10 putaran itu menjadi tiga kali yakni tiga putaran di pagi hari, tiga putaran di sang hari, dan empat putaran di sore hari. Guna menghindari kelupaan menghitung, Alfons akan melemparkan sebuah stik ke dalam kaleng setiap kali dia menyelesaikan satu putaran.

Melansir laman New York Post, Alfons mengatakan mendapat ide tersebut ketika melihat seorang veteran Perang Dunia II Tom Moore yang berusia 100 tahun berjalan keliling kebun halaman rumahnya dan mengumpulkan 40 juta dollar dan didonasikan pada layanan kesehatan Inggris.

"Anak-anakku mengatakan, aku bisa berjalan setidaknya sebaik Tom Moore dan selain itu aku sudah berusia 103 tahun," ujarnya, dikutip New York Post dari Reuters.

"Jadi mereka menyarankan bahwa mungkin aku harus mencobanya. Cucuku baru saja berlari marathon dan aku pun bergurau mengatakan akan melakukan marathon (juga)."

 

2 dari 2 halaman

Galang Dana bagi Riset

Alfons berharap bisa menggalang dana bagi rumah sakit-rumah sakit yang ditujunjuk yang dekat University of Leuven tempat riset bagi obat COVID-19 dilakukan.

Menurut Marlies Vanderbruggen dari Leuven University, sejauh ini, Alfons telah mengumpulkan 6.000 Euro dan telah melakukan sepertiga dari total jarak marathonnya.

Alfons tergerak melakukan aksi tersebut karena ingat akan pandemi flu Asia pada 1957-1958. Menurutnya individu yang terpapar virus tersebut lebih cepat sembuh dibandingkan mereka yang terinfeksi COVID-19 saat ini.

"Sebagai dokter, aku merasa tersentuh oleh hal ini dan itulah sebabnya aku bahagia mengetahui bahwa kini aku mungkin bisa berkontribusi untuk memerangi virus corona baru," tutupnya.

Lanjutkan Membaca ↓