Program Aktivitas Virtual Bantu Lansia Atasi Kesepian di Masa Pandemi COVID-19

Oleh Dyah Puspita Wisnuwardani pada 11 Jun 2020, 20:00 WIB
Diperbarui 11 Jun 2020, 20:00 WIB
Lansia (iStock)
Perbesar
Ilustrasi lansia (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Selama pandemi Corona COVID-19, banyak lansia menjadi kesepian. Ini karena aktivitas sosial yang biasa mereka lakukan jadi terbatas. Kondisi tersebut juga dirasakan Elise Langan yang mengaku mulai merasa kesepian saat kondisi lockdown.

Untuk mengatasi rasa kesepian itu, Elise mengambil kelas dansa virtual.

"Itu membuatku merasa bisa melakukan kegiatan yang biasa kulakukan pada hari-hari sebelumnya," ujar Elise, wanita 65 tahun yang bergelar profesor dan tinggal sendiri.

Sebelum masa lockdown, Elise biasa pergi ke gym, rutin bermain tennis, dan menonton bioskop. Kini sebagai ganti kebiasaan itu, Elise mengambil kelas virtual dansa, yoga, serta berkebun melalui situs Element3 Health.

"Itu merupakan faktor normalisasi dan juga menyehatkan," ucapnya, melansir laman New York Post

Sebelum COVID-19 melanda dunia, para lansia juga telah mulai menghadapi masalah mental hingga fisik terkait rasa kesepian. Kondisi kesepian itu muncul karena kehilangan pasangan, anak-anak mulai meninggalkan rumah karena berkeluarga, atau pensiun.

 

2 dari 2 halaman

Kelas Virtual untuk Lansia

Menurut studi yang dipublikasikan oleh National Academies of Sciences, Engineering and Medicine, lansia yang hidup sendiri berisiko mengalami masalah jatung dan depresi. Aturan lockdown serta para lansia yang berada pada posisi berisiko tinggi membuat mereka harus tetap berada di rumah. Untuk mencegah lansia kesepian, mulai bermunculan program-program virtual.

"Ini lebih kepada sisi sosial, membuat orang terlibat dalam sebuah aktivitas bersama orang lain yang memiliki passion yang sama," ujar CEO dan Ketua Element3 Health David Norris.

Selama masa pandemi, Element3 Health langsung meluncurkan aktivitas sosial baru seeprti klub memasak, merajut, hingga diskusi ginealogi.

"Mereka mulai mendapatkan semacam tujuan," ujar Norris. Menurutnya, para lansia yang menjadi anggota klub virtual itu kerap menjalin persahabatan baru dan koneksi sosial lainnya. "Itulah hal yang dirindukan oleh orang-orang ini."

Lanjutkan Membaca ↓