Tetap Jaga Asupan Antioksidan di Era New Normal, Ini Manfaatnya

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 06 Jun 2020, 17:00 WIB
Diperbarui 06 Jun 2020, 17:00 WIB
Ilustrasi sayur dan buah

Liputan6.com, Jakarta Memasuki era normal baru, dokter mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga daya tahan tubuh. Konsumsi antioksidan dapat menjadi pilihan yang baik.

Seperti disampaikan Dokter Spesialis Alergi-imunologi Iris Rengganis. Menurutnya, COVID-19  merupakan suatu virus yang  menimbulkan ketakutan banyak orang. Akibatnya, semua orang mengonsumsi macam-macam obat, termasuk suplemen.

"Yang terpenting pada kondisi seperti ini adalah antioksidan. Proses di dalam tubuh, seperti pemrosesan makanan akan menyebabkan terbentuknya oksidan-oksidan. Jadi, antioksidan itu adalah salah satu yang meningkatkan sistem imun,” kata Iris dalam keterangan pers.

“Antioksidan ada di vitamin A, C, dan E. Kalau ada yang sejenis itu yang bisa kita konsumsi, itu bagus sekali, seperti Astaxanthin misalnya. Ini bisa dijadikan suplementasi untuk kecukupan antioksidan dalam tubuh kita," ujarnya. 

Cara kerja antioksidan adalah menetralisir molekul radikal bebas di dalam tubuh. Artinya, antioksidan adalah suatu substansi yang dapat menetralisir atau menghancurkan zat-zat yang dapat menimbulkan racun di dalam tubuh.

“Dengan antioksidan, radikal bebas dapat ditangkal. Sehingga tubuh kita juga dapat menangkal peradangan.”

Kurangnya konsumsi buah dan sayur setiap hari dapat dapat diganti dengan suplemen yang mengandung Astaxanthin yang memang sangat khas mengandung antioksidan. Namun, bagi orang yang sudah yakin dengan konsumsi buah dan sayur maka suplemen tersebut tidak diperlukan.

2 dari 3 halaman

Manfaat Astaxanthin Bagi Tubuh

VP Research & Development SOHO Global Health DR. Raphael Aswin Susilowidodo merekomendasikan  Asthin Force series yang merupakan rangkaian suplemen kesehatan yang mengandung Astaxanthin sebagai sumber antioksidan. Suplementasi Asthin Force sering digunakan sebagai terapi suportif yang berfungsi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

"Asthin Force mengandung bahan aktif natural Astaxanthin yang berasal dari mikroalga spesies Haemustococcus pluvalis. Sebagai salah satu senyawa golongan karotenoid, astaxanthin memiliki potensi antioksidan yang sangat kuat," ucapnya.

Potensi antioksidan Astaxanthin adalah 6000 kali lebih kuat bila dibandingkan dengan vitamin C, 500 kali lebih kuat bila dibandingkan dengan vitamin E, 550 kali lebih kuat bila dibandingkan dengan EGCG (kandungan pada teh hijau), 800 kali lebih kuat bila dibandingkan dengan Coenzyme Q10 dan 75 kali lebih kuat bila dibandingkan dengan asam α-lipoat.

Potensi antioksidan dapat didefinisikan sebagai kemampuan suatu zat untuk menetralkan radikal bebas. Antioksidan diperlukan tubuh guna melindungi berbagai molekul seperti protein dan lipid, hingga ke tingkat seluler dan organ dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Secara umum, mekanisme perlindungan dari antioksidan adalah melalui menstabilkan radikal bebas yakni dengan melengkapi kekurangan pasangan elektron pada radikal bebas sehingga mampu menghambat reaksi rantai pembentukan radikal bebas.

Keunikan struktur astaxanthin dan juga potensi antioksidannya yang besar memungkinkan astaxanthin mampu melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif. Selain meningkatkan daya tahan tubuh.

Asthin Force dapat digunakan untuk Memperbaiki sirkulasi darah dengan memelihara kelenturan sistem pembuluh darah, mengurangi risiko stroke bagi penderita hipertensi, diabetes dan kolesterol dengan mencegah pembentukan aterosklerosis.

Mengurangi kelelahan mata akibat akomodasi mata yang berlebihan, mengurangi risiko penuaan dini dan meningkatkan kelembaban dan elastisitas kulit sehingga mampu membantu mengurangi kerut, keriput dan jerawat pada kulit.

Terkait COVID-19, astaxanthin dapat memainkan peran utama dalam regulasi respon imun, penurunan regulasi komponen proinflamasi dan mempertahankan stres oksidasi, menghasilkan pengurangan badai sitokin. Astaxanthin juga dapat memberikan dukungan untuk pasien dengan Acute Lung Injury (ALI) atau Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) dan yang terkait komplikasi.

 

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓