Serius Tangani COVID-19, Laboratorium Pengetesan COVID-19 di Jabar Diperkuat

Oleh Arie Nugraha pada 23 Mei 2020, 14:00 WIB
Diperbarui 23 Mei 2020, 14:00 WIB
FOTO: 350 Penumpang KRL Jalani Tes Swab di Stasiun Bogor

Liputan6.com, Jawa Barat - Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar), Berli Hamdani menyebutkan akan melakukan penguatan kesiapan laboratorium agar tes masif dengan metode PCR berjalan optimal. Hal itu dilakukan untuk mendukung pelaksanaan tes masif di Jabar.

Berli mengatakan selain Labkesda Jabar, terdapat delapan laboratorium yang ditunjuk Pemda Provinsi Jabar untuk melakukan pemeriksaan PCR, yakni Unpad Jatinangor, RSHS, RSUI, Labkesda Kota Bekasi, Labkesda Kabupaten Bekasi, IPB, VET Subang, dan BBTKL Jakarta.

"Kita sudah mempunyai laboratorium-laboratorium jejaring. Dengan begitu, pemeriksaan PCR tidak menumpuk di Labkesda Jabar. Total kapasitas pengetesan mencapai 5.838 spesimen per hari, tapi kemampuan pengetesan per hari berada di angka 2.999 spesimen atau 60 persen dari total kapasitas," kata Berli dalam keterangan resminya pada Sabtu, 23 Mei 2020.

 

2 dari 3 halaman

Bentuk Konsisten Tanggulangi COVID-19

Berli mengaku otoritasya konsisten meningkatkan kapasitas pengetesan dengan menyiapkan laboratorium jejaring lainnya. Terdapat 11 laboratorium, yang tersebar di sejumlah daerah di Jabar, tengah dipersiapkan untuk menjadi tempat pengetesan dengan metode PCR.

Ke-11 laboratorium tersebut yaitu LIPI, BB Vet Bogor, RS Cibinong, Citra Arafik, RS Hewan Cikole, Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, RSUD Pelabuhanratu, RS Waled, Al-Ihsan yang bekerja sama dengan Unisba, Poltekes, dan RSP Kerawang.

"Pemda Provinsi Jabar sudah memfasilitasi pelaksanaan visitasi kelayakan dan kesiapan ke-11 laboratorium satelit tersebut, serta keluarnya rekomendasi operasional ke Litbangkes Kemenkes. Juga menyiapkan Reagensia PCR-reagensia ekstraksi-VTM-swab sticks," ucap Berli.

Kesiapan laboratorium akan membuat tes dengan metode berjalan optimal. Tes swab sendiri dilakukan untuk menerapkan intervensi yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan, menyeimbangkan pengendalian pandemi kesehatan dengan kebutuhan hidup dasar masyarakat Jabar yang menjalani pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by