Minta Masyarakat Tak Mudik, Jubir COVID-19: Memang Berat, Namun Situasi Belum Memungkinkan

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 22 Mei 2020, 17:09 WIB
Diperbarui 22 Mei 2020, 17:09 WIB
Achmad Yurianto

Liputan6.com, Jakarta Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto kembali meminta agar masyarakat tidak mudik demi pencegahan virus corona di Indonesia meskipun hal ini telah menjadi tradisi di kala Lebaran tiba.

Hal tersebut disampaikan oleh Yuri dalam konferensi persnya dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta pada Jumat (22/5/2020).

"Kami semua dan kita semua menyadari betapa beratnya beradaptasi dengan tradisi yang sudah dibangun begitu lama di dalam masyarakat kita, untuk bisa pulang kampung, untuk bisa bersilaturahmi dengan keluarga yang ada di kampung. Namun situasi sekarang belum memungkinkan untuk itu," kata Yuri.

"Oleh karena itu, ada satu hal yang harus kita lakukan. Kita harus bersabar menghadapi ini. Harus bersama-sama menghadapi ini. Kalau tidak maka ini akan menyulitkan untuk kita sekalian," Yuri menambahkan.

2 dari 3 halaman

Tak Larang Beli Baju Baru, Namun Tetap Ikuti Protokol Kesehatan

Selain itu, Yuri juga meminta agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, menggunakan masker, serta mencuci tangan saat mempersiapkan Hari Raya Idul Fitri.

"Dalam situasi yang seperti sekarang ini, semestinya itu bisa kita lakukan dengan menyiasati untuk tetap aman dari kemungkinan tertular COVID-19," ujar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Kementerian Kesehatan ini.

"Tidak ada larangan untuk membeli baju yang baru, tidak ada larangan untuk ke pasar, namun tetap dengan etika sesuai protokol kesehatan. Menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan dengan sabun adalah cara yang paling bijak di dalam kaitan ini."

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓