Viral Video Telur Palsu, Bagaimana Cara Memilih Telur Segar dan Berkualitas?

Oleh Dyah Puspita Wisnuwardani pada 19 Mei 2020, 14:00 WIB
Diperbarui 19 Mei 2020, 16:56 WIB
Lapisan putih yang menempel cangkang telur merupakan struktur dari telur asli. (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Beredar video berisi kesaksian seorang pria mengenai telur palsu. Dalam video tersebut pria itu memecahkan telur dengan disaksikan warga untuk menunjukkan bahwa telur di tangannya diduga telur palsu.

Dalam video berdurasi 02.38 menit itu, dirinya menerangkan kalau telur itu palsu. Menurutnya, telur tersebut memiliki bagian cangkang aneh menyerupai kertas dan bagian kuning telur seperti silikon. Kuning telur yang bulat dan kenyal diduganya dibuat dari bahan kimia. Keterangan tersebut tentu membuat warga resah untuk mengonsumsi telur.

Video itu pernah beredar sekitar Maret 2020 lalu. Pria dalam video pun telah meminta maaf dan mengklarifikasi dugaan telur palsu itu. Pria yang kemudian diketahui bernama Syahroni itu mencurigai telur yang didapat anaknya dengan Kartu Jakarta Pintar dari Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, mengutip News-Liputan6.com.

"Ternyata setelah diinvestigasikan kemarin, Alhamdulillah ternyata saya sangat besar salahnya. Dan ternyata telur yang beredar ini tentu yang saya dapatkan adalah benar-benar asli, dan tidak ada palsu," ucap Syahroni dalam jumpa pers di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (27/3/2018).

Lalu, bagaimana mengetahui telur yang kita beli dalam keadaan segar dan berkualitas baik?

Sahabat Liputan6.com bisa mencermati kondisi telur ketika akan membelinya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memastikan telur-telur yang kita beli memang segar dan berkualitas. Berikut caranya, dirangkum dari berbagai sumber.

 

2 dari 5 halaman

4 Cara Mengetahui Kualitas Telur

Ilustrasi telur
Ilustrasi telur (sumber: iStockphoto)

Mengutip laman resmi Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesmavet Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, ada empat cara untuk mengetahui kualitas telur:

1. Pilihlah telur dengan cangkang yang masih bersih. Meskipun masalah kotoran di permukaan cangkang telur bisa saja dibersihkan sebelum dijual, namun tidak ada salahnya lebih mengutamakan telur dengan cangkang yang bersih.

Pilih juga telur yang mempunyai cangkang berwarna cerah, dan jangan memilih telur yang ada bintik kehitaman dicangkangnya. Warna cerah pada cangkang telur menandakan telur tersebut masih baru.

2. Guncang telur secara perlahan. Ketika membeli telur di supermarket ataupun di tempat penjualan telur lainnya pastikan Anda mendapat telur yang segar dan baru. Mengguncang telur secara perlahan adalah salah satu cara yang sering dilakukan untuk memastikan kualitas telur yang akan kita beli. Ketika telur kita gerakkan tidak mengeluarkan bunyi, maka telur tersebut masih baru. Bila terdengar ataupun terasa seperti suara kocak maka jangan memilih telur tersebut, karena ada kemungkinan telur telah rusak.

 

3 dari 5 halaman

3. Pilih Telur yang Berbau Segar

Peredaran Telur Ayam Infertil Dilarang
Aktivitas jual beli telur di pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (5/7/2020). Sebenarnya telur ayam infertil atau telur HE layak konsumsi, namun lebih cepat membusuk karena berasal dari ayam betina yang sudah dibuahi pejantan sehingga seharusnya tak diizinkan dijual bebas (Liputan6.com/Johan Tallo)

Bila telur telah lama dan tidak baru lagi, maka bau telur akan berbeda dengan yang baru. Telur yang telah rusak, meski masih tertutup cangkang, baunya bisa tercium dari luar.

4. Rendam dalam air. Hal ini merupakan salah satu test untuk mengetahui tingkat kesegaran telur. Pastikan telur yang kita beli dan akan kita konsumsi tenggelam saat direndam air. Bila sudah melayang, atau bahkan mengapung sebaiknya hindari untuk mengkonsumsinya karena telur telah rusak.

Ada sedikit cara yang bisa digunakan untuk menentukan berapa hari telur tersebut telah disimpan. Bila saat kita rendam telur dalam keadaan tidur, maka telur tersebut masih baru. Bila telur yang kita rendam tersebut posisinya agak berdiri, kemungkinan telur telah disimpan 3-5 hari.

Nah, bila telur telah berdiri maka telah disimpan lebih dari 5 hari. Untuk telur yang melayang atau bahkan mengapung sebaiknya jangan dipilih, karena itu merupakan ciri-ciri telur yang rusak.

4 dari 5 halaman

Sorot dengan Cahaya

Jangan menyimpan telur di sembarang tempat. Ini yang tepat.
Jangan menyimpan telur di sembarang tempat. Ini yang tepat. (Istockphoto)

Di tempat penjual telur pasti selalu menyediakan lampu. Nah, lampu bisa digunakan untuk mengecek kondisi telur apakah masih bagus atau tidak. Cahaya pada lampu digunakan untuk melihat bagian dalam telur.

Caranya, Anda hanya perlu mendekatkan telur dengan cahaya lampu. Kalau bagian dalam telur terlihat terang dan jernih, kuning telurnya berada di tengah dan tidak bebas bergerak, maka telur tersebut memiliki kondisi segar.

5 dari 5 halaman

Cara Periksa Telur di Rumah

Bahaya Masker Putih Telur
Putih Telur / Sumber: iStockphoto

Selain itu, Sahabat Liputan6.com juga bisa memecahkan telur dalam wadah. Ini adalah cara termudah untuk mengetahui apakah telur dalam kondisi bagus atau tidak. Cermati tanda-tanda berikut:

  • Telur masih baru dan segar apabila putih telur masih terlihat sangat kental setelah dipecahkan.
  • Putih telur tampak lebih lebar bila telah berusia sekitar satu minggu.
  • Bagian putih telur menjadi lebih keruh dan bertekstur sedikit encer jika sudah berusia 2-3 minggu.
  • Telur sudah berwarna abu-abu dan bagian kuning telur bercampur dengan putih telur serta beraroma tak sedap. Itu artinya telur telah busuk.

 

Lanjutkan Membaca ↓