Jelang Idulfitri, Pemprov Jabar Tak Akan Turunkan Level Pengawasan Kesehatan

Oleh Arie Nugraha pada 19 Mei 2020, 12:00 WIB
Diperbarui 19 Mei 2020, 12:00 WIB
Ridwan Kamil

Liputan6.com, Bandung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan meski pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah, otoritasnya tidak akan menurunkan level pengawasan. Itu barlaku saat menjelang hari Idulfitri 1441 H yang akan dilakukan sesuai dengan zona atau level kewaspadaan di daerah masing-masing.

Jawa Barat memiliki lima level kewaspadaan yaitu Level 5 atau Zona Hitam (Kritis), Level 4 atau Zona Merah (Berat) yakni kondisi PSBB saat ini, Level 3 atau Zona Kuning (Cukup Berat), Level 2 atau Zona Biru (Moderat) menunjukkan wilayah yang perlu melaksanakan physical distancing, dan Level 1 atau Zona Hijau (Rendah) yakni kondisi normal.

Nah, kepada yang mereka yang termasuk ke dalam level biru, maka kebijakan bisa lebih longgar dengan tetap menjauhi kerumunan dan ada protokol kesehatan. Tetapi kegiatan sudah bisa 100 persen. Kalau dia masih level merah seperti sekarang, itu kegiatan ekonomi atau apapun (dibatasi) hanya 30 persen,” ujar Kamil dalam keterangan resminya ditulis Bandung.

Kamil merekomendasikan kepada kabupaten dan kota yang masih berada di Level 4 atau Zona Merah untuk tetap melakukan PSBB secara penuh. Namun, kepada kabupaten atau kota yang sudah termasuk Zona Kuning dan Biru bisa melakukan PSBB parsial.

Karena kata Kamil, hampir semua kabupaten dan kota di Jawa Barat masuk dalam ketegori Zona Merah. Hanya Kota Bandung saja jelas Kamil yang sudah memasuk kategori Zona Kuning atau level tiga dari lima level yang ada.

“Oleh karena itu, rekomendasi hari ini kepada 50 persen dari 27 kota dan kabupaten yang kategorinya masih merah atau Level 4, kami rekomendasikan untuk melanjutkan PSBB secara penuh. Tapi kepada Zona Kuning dan Biru kami merekomendasi pilihan melakukan PSBB parsial,” kata Kamil.

 

2 dari 2 halaman

Keberhasilan PSBB

Kamil menambahkan, hasil keberhasilan PSBB juga bisa diukur dengan turunnya pasien terkonfirmasi positif sambil terus melakukan peningkatan jumlah tes masif. Pemerintah Jawa Barat sendiri ungkap Kamil, memiliki target 300 ribu pengetesan dalam waktu secepatnya.

Kamil membeberkan secara umum kencenderungan di Jawa Barat dalam menangani pandemi ini cukup positif. Itu ditandai diantaranya merujuk jumlah pasien di rumah sakit yang menurun sejak akhir April, angka kematian menurun, serta tingkat kesembuhan naik dua kali lipat.

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua pemimpin daerah yang sudah sinkronisasi terkait apa yang kita kerjakan, sehingga kita di Jawa Barat bisa satu frekuensi,” ucap Kamil.

Namum, Kamil meminta kepala daerah untuk tetap mewaspadai potensi adanya Orang Tanpa Gejala (OTG) dari para pemudik. Kamil berujar, kemungkinan besar Jawa Barat akan kebanjiran 300 ribu pemudik.

Hal itu dinilai bisa merusak tren positif penanganan COVID-19. Sehingga kecenderungan positif penanganan penyakit COVID-19 akan terpenetrasi oleh pelonggaran moda transportasi kini.

“Saya ucapkan terima kasih atas kerja keras (tenaga kesehatan) bahwa pasien yang sembuh jumlahnya dua kali lipat lebih banyak. Tinggal mewaspadai yang namanya pemudik sebagai potensi persebaran baru,” sebut Kamil.

Lanjutkan Membaca ↓