Jubir COVID-19: Beradaptasi dengan Cara Hidup Baru agar Selamat

Oleh Benedikta Desideria pada 16 Mei 2020, 17:07 WIB
Diperbarui 16 Mei 2020, 17:07 WIB
ilustrasi masker/unsplash

Liputan6.com, Jakarta World Health Organization (WHO) menyebut bahwa COVID-19 tidak dalam waktu singkat hilang dari muka bumi. Agar bisa bertahan kita perlu beradapatasi dengan cara hidup yang baru seperti disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto.

Cara hidup yang baru di tengah pandemi COVID-19 adalah selalu membiasakan menjaga kebersihan diri, selalu membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker saat keluar rumah, menghindari kerumunan. Jika tidak perlu tidak usah keluar rumah.

"Kalau kita tidak bisa beradapatasi dengan sistem seperti ini, sementara kita yakin virus belum bisa dihilangkan dari muka bumi maka tidak akan selamat. Hanya satu yang bisa kita lakukan untuk bertahan, yakni beradaptasi dengan pola hidup yang baru," kata Yuri dalam telekonferensi pada Sabtu, 16 Mei 2020.

Cara hidup baru ini mesti dilakukan secara konsisten dan terus menerus. Edukasi di tingkat keluarga perlu dilakukan sehingga kita semua serempak melakukan cara hidup baru demi meminimalisasi penularan COVID-19.

 

Mudah Hancur dengan Menggunakan Sabun dan Air Mengalir
Ilustrasi Mencuci Tangan Credit: pexels.com/burst

 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan agar berdamai dengan kondisi sekarang. Ditekankan oleh Yuri, berdamai bukan berarti menyerah dari COVID-19.

"Inilah cara kita untuk berdamai dengan virus, bukan menyerah. Tetapi kita harus beradaptasi untuk mengubah pola hidup kita dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat, yang benar, yang berdisiplin,” kata Yuri.