Sering Jogging Pakai Masker, Pria Wuhan Mengalami Paru-Paru Kolaps

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 15 Mei 2020, 06:00 WIB
Diperbarui 15 Mei 2020, 06:00 WIB
20160303-Ilustrasi lari-iStockphoto
Perbesar
Ilustrasi lari (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Seorang pria di Wuhan, Tiongkok mengalami paru-paru kolaps usai melakukan jogging sejauh 2,5 mil (sekitar 40 kilometer) dengan menggunakan masker untuk melindungi diri dari COVID-19.

Dalam pernyataan resminya, Wuhan Central Hospital yang merawat pria tersebut mengatakan, pasien 26 tahun ini mengalami sakit pada dada dan sesak napas. Dokter menemukan paru-paru kirinya terkompresi hingga 90 persen dan jantungnya berpindah ke sisi kanan tubuhnya.

Dikutip dari Fox News pada Kamis (14/5/2020), pria ini didiagnosis paru-paru kolaps atau pneumotoraks. Kondisi ini terjadi saat udara bocor di luar paru-paru.

Pria tersebut dikabarkan segera menjalani operasi dan dalam kondisi stabil. Petugas percaya, kondisi tersebut mungkin terjadi karena dia sering mengenakan masker saat berlari.

2 dari 4 halaman

Sering Berlari Menggunakan Masker

20160303-Ilustrasi lari-iStockphoto
Perbesar
Ilustrasi lari (iStockphoto)

Dilaporkan, pasien mulai berlari sekitar dua pekan yang lalu. Secara bertahap, dia menambahkan jaraknya. Namun, karena kondisi pandemi COVID-19 di Wuhan, ia terpaksa menggunakan masker dan selalu mengenakannya saat melakukan jogging.

Namun beberapa waktu yang lalu dia tak bisa melanjutkan larinya dan harus berhenti usai kesulitan bernapas. Dia pun pulang untuk segera diantar keluarganya ke rumah sakit.

Chen Baojun, kepala departemen bedah toraks di rumah sakit tersebut mengatakan, pria ini sesungguhnya sudah memiliki risiko terhadap pneumotoraks secara tiba-tiba.

3 dari 4 halaman

Penggunaan Masker Saat Lari Tak Direkomendasikan

Sepatu Olahraga Sepatu Lari
Perbesar
Ilustrasi Foto Sepatu Olahraga (iStockphoto)

Kepada the Sun, dokter Sarah Jarvis dari Inggris mengatakan bahwa penggunaan masker tidak direkomendasikan ketika orang berolahraga. Hal ini karena dapat membuat seseorang sulit untuk bernapas.

Menurut Jarvis, penggunaan masker hanya benar-benar dibutuhkan di luar ruangan saat Anda berada dalam kontak yang sangat dekat dengan orang lain. Selain itu, bukan berarti dengan menggunakan masker, seseorang benar-benar terlindungi dari virus.

"Alasan mereka direkomendasikan dalam kondisi tersebut adalah karena mereka dapat mengurangi risiko Anda menularkan virus ke orang lain yang berhubungan dekat dengan Anda, apabila Anda terinfeksi tapi tidak bergejala," ujarnya.

"Jelas jika Anda bergejala, Anda harus mengisolasi diri di rumah."

Namun, Jarvis mengatakan belum ada bukti jelas bahwa penggunaan masker saat berlari akan menyebabkan paru-paru menjadi kolaps. Namun, ada kemungkinan juga kondisi tersebut bisa berkontribusi dalam masalah itu.

4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓