Tetap Terhubung dengan Orang Terkasih Jaga Kesehatan Jiwa Selama Di Rumah Aja

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 04 Mei 2020, 14:00 WIB
Diperbarui 04 Mei 2020, 14:00 WIB
Group Call WhatsApp Kini Bisa Sampai 8 Orang. Dok: WhatsApp
Perbesar
Lewat chat atau video call Anda tetap bisa terkoneksi dengan sahabat atau keluarga yang jauh selama imbauan di rumah aja. Dok: WhatsApp

Liputan6.com, Jakarta Menjaga kesehatan jiwa saat di rumah aja akibat pandemi COVID-19 bisa dilakukan dengan tetap terhubung secara sosial dengan orang-orang terkasih maupun relasi yang lain.

Lahargo Kembaren, dokter spesialis kedokteran jiwa mengatakan, untuk menjaga kesehatan jiwa saat berada di rumah aja, tetap dibutuhkan kontak sosial dengan orang-orang terkasih di dalam rumah.

"Bila memungkinkan, kontak sosial dengan saudara, keluarga, dan relasi kita yang berada di luar, dengan menggunakan berbagai media atau alat komunikasi," kata Kembaren dalam konferensi persnya di Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada Jumat kemarin, ditulis Senin (4/5/2020).

Selain itu, meski berada di rumah, Lahargo meminta agar masyarakat tetap menjaga pola hidup yang sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, tidur cukup, dan olahraga teratur.

"Karena dengan melakukan pola hidup sehat yang seperti itu, kita juga bisa menjaga kesehatan jiwa kita dengan baik," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Rehat Sejenak dari Informasi Berlebihan

Ilustrasi televisi (iStock)
Perbesar
Ilustrasi televisi (iStock)

Lahargo mengatakan, perasaan cemas adalah sebuah hal yang normal ketika seseorang mendengar berita buruk, terutama di masa krisis seperti ini. Di sini, tidak ada salahnya untuk rehat sejenak dari paparan informasi soal COVID-19.

"Mengambil jarak sejenak dari informasi tersebut akan baik untuk kesehatan jiwa kita," kata dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) itu menambahkan.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan memilah informasi soal COVID-19 yang didapatkan. Lahargo mengatakan, carilah sumber yang akurat dan bisa dipercaya.

"Dengan membaca sumber yang keliru, itu akan membuat kita menjadi lebih cemas, lebih khawatir dan memungkinkan untuk memunculkan masalah kesehatan jiwa," kata Lahargo.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓