Manusia Super, Wanita 101 Tahun Ini Lahir Saat Flu Spanyol, Bebas dari Kanker dan Sembuh dari COVID-19

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 30 Apr 2020, 21:00 WIB
Diperbarui 30 Apr 2020, 21:00 WIB
Lansia (iStock)

Liputan6.com, Jakarta Angelina Friedman sudah berusia 101 tahun saat ini. Dia lahir saat pandemi Flu Spanyol pada 1918, sempat didiagnosis kanker, dan baru-baru ini dinyatakan bebas dari COVID-19.

Wanita New York, Amerika Serikat ini dinyatakan positif COVID-19 kurang dari sepekan usai dibawa ke rumah sakit untuk menjalani prosedur medis ringan. Pada 21 Maret lalu, ia mengalami demam selama beberapa minggu saat diisolasi.

Namun, 20 April yang lalu, hasil tes menunjukkan Angelina sudah negatif dari virus corona.

"Dia adalah seorang pejuang dan sesungguhnya pulih dengan cukup cepat. dia kembali ke dirinya sendiri, dia merajut saat kita sedang bicara," kata Amy Elba, seorang pengurus di panti jompo tempat Angelina tinggal seperti dikutip dari USA Today pada Kamis (30/4/2020).

2 dari 4 halaman

Lahir di Tengah Flu Spanyol

Perawat menyiapkan masker untuk mencegah penyebaran flu Spanyol pada 1918. (foto: National Archives)
Perawat menyiapkan masker untuk mencegah penyebaran flu Spanyol pada 1918. (foto: National Archives)

Keluarga Angelina mengatakan bahwa mereka tidak terkejut wanita itu berhasil mengalahkan COVID-19. Menurut mereka, dia selamat karena memiliki "DNA manusia super."

Diketahui, ibu Angelina meninggal dunia saat melahirkannya di sebuah kapal penumpang yang membawa imigran dari Italia ke New York selama gelombang kedua Flu Spanyol pada 1918.

Dia lalu dibesarkan di Brooklyn oleh ayahnya bersama dengan dua saudari perempuannya. Angelina kemudian menikah dengan Harold Friedman yang meninggal karena kanker.

3 dari 4 halaman

Jadi Penyintas Kanker

Ilustrasi Orang Tua (iStockphoto)
Ilustrasi Lansia/iStockphoto

Putri Angela, Joanne Merola mengatakan bahwa sesungguhnya Angelina juga didiagnosis kanker ketika Harold masih hidup. Namun ia selamat dari penyakit itu.

"Ibu saya adalah penyintas. Dia selamat dari keguguran, pendarahan internal, dan kanker," kata Merola seperti dikutip dari Metro.

"Semua orang dalam keluarga hidup hingga setidaknya 95 tahun, kecuali satu paman. Ibu saya adalah penyintas. Dia bukan manusia, dia punya DNA manusia super," kata Merola.

Merola mengatakan dirinya belum sempat mengunjungi sang ibu sejak Februari. Selain itu, ia tak bisa menelepon karena Angelina sudah mengalami masalah pendengaran. Namun mendengar keberhasilan sang ibu dalam mengalahkan pandemi ini membuat dirinya kagum.

"Jika ibu saya bisa melihat ini, saya akan mengatakan 'Lanjutkan bu. Ibu akan hidup lebih lama daripada kami semua,'" ujarnya.

4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓