Tak Perlu ke RS, Lebih dari 300 Ribu Warga Indonesia Manfaatkan Telemedicine

Oleh Benedikta Desideria pada 28 Apr 2020, 17:00 WIB
Diperbarui 28 Apr 2020, 17:00 WIB
Telemedicine: Terobosan Layanan Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta Layanan telemedicine telah digunakan lebih dari 300 ribu orang selama pandemi COVID-19. Tanpa perlu ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan, masyarakat bisa berkonsultasi secara daring seputar masalah kesehatan yang dialami dengan tenaga medis dari rumah saja.

Pemerintah melalui Juru Bicara untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengucapkan terima kasih atas kerja sama masyarakat yang menggunakan telemedicine. Sehingga risiko tertular COVID-19 pun lebih minim karena tidak ke rumah sakit.

"Masyarakat tidak harus datang ke rumah sakit, tidak harus ketemu secara fisik dengan tenaga medis khususnya dokter, bisa menggunakan layanan telemedicine," kata Yurianto dalam pers konferens di Grha BNPB Jakarta, Selasa, 28 April 2020.

Saat ini sudah ada sekitar 12 perusahaan kesehatan yang sudah memiliki layanan telemedicine. Perusahaan tersbut tergabung dalam Indonesian Telemedicine Association. Lewat platform telemedicine, masyarakat cukup dari ponsel maupun laptop bisa berkonsultasi ke dokter umum, dokter spesialis, hingga psikolog seputar kondisi kesehatan yang dialami. 

 

2 dari 2 halaman

Update Kasus COVID-19

virus corona covid-19
ilustrasi virus corona covid-19/copyright by diy13 (Shutterstock)

Hari ini, 28 April 2020 hingga pukul 12.00 terjadi penambahan 415 jumlah kasus COVID-19 di Indonesia. Sehingga secara total, terdapat 9.511 kasus infeksi positif virus corona di Tanah Air. Sementara yang sudah sembuh ada 1.254 orang dan meninggal 773 orang.

Yurianto dalam konferensi pers tak henti-hentinya mengingatkan untuk tetap berada di rumah selama pandemi COVID-19, istirahat cukup, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, dan tidak mudik. Semuanya demi menekan bertambahnya kasus COVID-19 di Indonesia. 

Lanjutkan Membaca ↓