Tubuh Tak Hanya Sehat, Puasa pun Bantu Hidup Lebih Lama

Oleh Arie Nugraha pada 29 Apr 2020, 04:00 WIB
Diperbarui 29 Apr 2020, 15:25 WIB
Keutamaan Puasa Ramadan

Liputan6.com, Bandung - Setelah enam jam ber-puasa, tubuh mulai melepaskan lebih banyak Human Growth Hormone (hormon HGH). Hormon ini mengubah metabolisme agar tubuh lebih menggunakan pembakaran lemak daripada penggunaan protein untuk energi.

Sehingga protein sebagian besar dapat digunakan untuk perbaikan sel dan peningkatan fungsi sel otak. HGH juga mengurangi peradangan pada tubuh dan merangsang peningkatan regulasi autophagy.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Studi Imunologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran - Rumah Sakit Hasan Sadikin (UNPAD-RSHS) Bandung, Sumartini Dewi.

"HGH diketahui memiliki manfaat anti penuaan (anti aging) dan dapat meningkatkan usia harapan hidup, khususnya dalam meningkatkan fungsi kognisi, menyediakan perlindungan saraf, dan meningkatkan neurogenesis," kata Dewi dalam keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Senin, 27 April 2020.

 

2 dari 6 halaman

Puasa Bikin Panjang Umur

Cara Mengajarkan Puasa pada Anak
Cara Mengajarkan Puasa pada Anak / Sumber: iStockphoto

Selain memiliki efek perlindungan terhadap sel-sel saraf, menjaga kesehatan dan kinerja otak, lanjut Dewi, HGH ini juga bisa bikin panjang umur .

Ini mengapa puasa memiliki segudang manfaat bagi kesehatan bagi yang menjalankannya sungguh-sungguh dan benar. Berbagai penelitian pun telah mengungkapkan bahwa puasa dapat membantu hidup lebih lama.

"Ada sejumlah alasan puasa dapat membantu menjalani hidup yang lebih panjang. Yang pertama berkaitan dengan metabolisme. Seiring bertambahnya usia, metabolisme tubuh mulai melambat, yang mengarah pada hilangnya jaringan otot secara bertahap melalui proses yang dikenal sebagai sarcopenia," kata Dewi.

 

3 dari 6 halaman

Puasa Tingkatkan Fungsi Otak

Ilustrasi Otak
Ilustrasi Otak (iStockPhoto)

Dewi menuturkan pula puasa tidak hanya bagus untuk tubuh kita, tapi juga baik untuk sel-sel otak. Berpuasa meningkatkan fungsi otak dalam beberapa cara.

Pertama adalalah merangsang pembentukan sel-sel otak lebih banyak. Berpuasa dapat merangsang pembentukan sel-sel otak lebih banyak lagi, sehingga dapat meningkatkan fungsi otak kita.

"Menurut Dr. Mark Mattson, seorang profesor Neurologi di Universitas John Hopkins, puasa telah terbukti meningkatkan tingkat neurogenesis di otak. Neurogenesis adalah pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak dan jaringan saraf baru," kata Dewi.

Tingkat neurogenesis yang lebih tinggi dapat meningkatkan kinerja otak, memperbaiki sel-sel memori, memperbaiki mood atau suasana hati, dan meningkatkan kemampuan berkonsentrasi. Berpuasa juga terbukti meningkatkan produksi brain-derived neurotrophic factor (BDNF) di dalam sel-sel otak.

 

4 dari 6 halaman

Manfaat Lain dari Puasa

Ilustrasi Otak
Ilustrasi Otak (iStockPhoto)

Puasa tidak hanya meningkatkan proses neurogenesis terang Dewi, tetapi juga meningkatkan produksi protein yang berperan penting bagi sel-sel otak kita, yaitu Brain-derived neurotrophic factor (BDNF). BDNF telah diketahui sebagai "Miracle Grow For Your Brain."

"BDNF adalah salah satu faktor neurotropik yang mendukung diferensiasi, maturasi, dan kelangsungan hidup sel neuron dalam sistem saraf dan menunjukkan efek neuroprotektif dalam kondisi buruk. Seperti stimulasi glutamatergik, iskemia serebral, hipoglikemia, dan neurotoksisitas,"Dewi menekankan.

BDNF juga merangsang dan mengendalikan pertumbuhan sel neuron baru dari sel induk saraf (neurogenesis). BDNF telah terbukti memainkan peran dalam neuroplastisitas, yang memungkinkan otak untuk terus berubah dan beradaptasi.

Kemampuan ini membuat sel otak lebih tahan terhadap stres dan lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi. BDNF membantu menghasilkan sel-sel otak baru, melindungi sel-sel otak kita, menstimulasi koneksi dan sinapsis baru, meningkatkan memori, meningkatkan suasana hati, dan kemampuan belajar.

"Puasa telah terbukti meningkatkan BDNF sebesar 50-400 persen. Pelepasan BDNF mengaktifkan sel punca di dalam otak dan mengubahnya menjadi sel-sel neuron. BDNF juga memicu pelepasan beberapa bahan kimia lain yang baik untuk kesehatan otak Anda," kata Dewi.

 

5 dari 6 halaman

Puasa Ramadan dan Segala Keuntungannya

Kebiasaan Buruk Saat Buka Puasa
Makan Terlalu Banyak / Sumber: iStockphoto

Peningkatan produksi BDNF telah terbukti melindungi sel-sel otak dari perubahan degeneratif yang terkait dengan kondisi seperti penyakit Parkinson dan Alzheimer. Sementara kadar BDNF yang rendah telah dikaitkan dengan depresi dan beberapa masalah otak lainnya.

Semua proses seperti penghematan protein, pengurangan peradangan, autophagy, dan peningkatan produksi BDNF, sangat bermanfaat bagi otak kita. Proses tersebut dapat mengurangi kerusakan sel-sel otak.

"Mekanismenya adalah menekan reaksi peradangan dan membuang limbah di otak. Merangsang fungsi otak yang lebih baik, dengan mempromosikan perbaikan sel dan berkontribusi pada pembentukan sel-sel otak baru dan koneksisitas antar sel, sehingga memfasilitasi komunikasi yang baik di dalam sel-sel otak," Dewi melanjutkan.

BDNF khususnya berkontribusi pada proses pembangunan sel otak, defisit protein ini telah dikaitkan dengan masalah kognitif pada proses penuaan seperti demensia. Berpuasa memiliki efek neuroprotektif dan berkontribusi terhadap pencegahan penuaan dengan cara yang sehat

Manfaat lain yang mengesankan dari puasa adalah dapat mengeluarkan racun dalam tubuh. Banyak makanan olahan yang kita makan saat ini mengandung banyak zat aditif, beberapa di antaranya menjadi racun bagi tubuh kita.

"Saat makanan dicerna dan diserap ke dalam tubuh, racun ini juga diserap ke dalam tubuh dan disimpan dalam bentuk lemak tubuh," ujar Dewi. 

6 dari 6 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓