Cegah Transmisi COVID-19 Melonjak, WHO Minta Pencabutan Lockdown Dilakukan Hati-Hati

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 16 Apr 2020, 11:59 WIB
Diperbarui 16 Apr 2020, 11:59 WIB
Suasana Kota Barcelona Setelah Spanyol Berlakukan Lockdown
Perbesar
Warga berjalan di sepanjang La Ramblas, Barcelona, Spanyol, Minggu (15/3/2020). Pemerintah Spanyol memberlakukan lockdown setelah negara berpenduduk 47 juta jiwa itu terdampak virus corona COVID-19 paling parah kedua di Eropa setelah Italia. (AP Photo/Emilio Morenatti)

Liputan6.com, Jakarta Beberapa negara menunjukkan penurunan dalam angka penularan COVID-19 dan dilaporkan mulai mempertimbangkan pencabutan lockdown maupun pembatasan kegiatan. Namun, World Health Organization (WHO) memperingatkan agar hal itu dilakukan dengan hati-hati.

Dalam konferensi persnya beberapa waktu lalu, WHO mengatakan bahwa pembatasan harus dicabut dengan perlahan dan strategis agar tidak mengarah pada pembatasan lanjutan di masa depan.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa COVID-19 naik dengan sangat cepat namun menurun jauh lebih lambat.

"Dengan kata lain, penurunan jauh lebih lambat daripada caranya meningkat. Ini berarti langkah-langkah kontrol harus diangkat perlahan-lahan dan terkendali. Tidak bisa dilakukan sekaligus," ujarnya seperti dikutip dari Business Insiders Singapore pada Kamis (16/4/2020).

2 dari 3 halaman

6 Syarat yang Harus Dipenuhi

Bangkit dari Corona, Toko-Toko di Wuhan Mulai Buka Lagi
Perbesar
Pemandangan Kota Wuhan diambil dari sebuah hotel karantina di provinsi Hubei, China tengah (30/2/2020). Lockdown di Kota Wuhan, China, tempat wabah pandemik virus corona berasal, berakhir pada 8 April. (AP Photo/Olivia Zhang)

Dikutip dari NPR, Tedros mengungkapkan setidaknya ada enam hal yang harus dipenuhi oleh pemerintah sebuah negara apabila benar-benar ingin mencabut pembatasan kegiatan seperti lockdown atau karantina wilayah:

  1. Penularan penyakit terkendali
  2. Sistem kesehatan dapat mendeteksi, menguji, mengisolasi, dan menangani setiap kasus dan melacak setiap kontak
  3. Risiko di titik panas diminimalkan di tempat-tempat rentan seperti panti jompo
  4. Sekolah, tempat kerja, dan tempat-tempat penting lainnya telah menetapkan langkah-langkah pencegahan
  5. Risiko kasus baru impor dapat dikelola
  6. Masyarakat sepenuhnya teredukasi, dilibatkan, dan diberdayakan untuk hidup di bawah kondisi norma yang baru

Usai dicabutnya lockdown-pun, masih ada kondisi yang harus diterapkan.

"Petugas kesehatan harus terus memiliki peralatan pelindung dan kita harus terus memiliki tempat perawatan intensif siaga, karena kita keluar dari situasi penguncian ini, kita mungkin melihat lonjakan kasus kembali," kata Dr. Mike Ryan, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO.

"Kita perlu memiliki strategi keluar yang jauh lebih stabil, memungkinkan kita bergera dengah hati-hati dan terus menerus jauh dari lockdown," tambahnya.

Tedros mengatakan, setiap negara harus menerapkan langkah-langkah komprehensif untuk memperlambat transmisi dan menyelamatkan nyawa orang-orang, dengan tujuan mencapai kondisi stabil dalam tingkat yang rendah atau tanpa penularan.

3 dari 3 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓