RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Catat 342 Kunjungan, 274 Diisolasi

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 27 Mar 2020, 15:00 WIB
Diperbarui 27 Mar 2020, 15:00 WIB
Wisma Atlet
Perbesar
Foto dari atas memperlihatkan Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/3/2020). Pemerintah akan mengubah fungsi Wisma Atlet Asian Games sebagai rumah sakit darurat khusus penanganan virus corona (Covid-19) sehingga bisa dipakai pada Senin (23/3/2020). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 342 orang telah mengunjungi Rumah Sakit Darurat COVID-19 di Wisma Atlet, Kemayoran Jakarta. Data ini tercatat hingga hari Jumat (27/3/2020).

Dansatgas Kesehatan RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Brigjen Agung Hermawanto mengatakan bahwa mereka yang menjalani isolasi dan karantina ada 274 orang.

"Yang kami rujuk karena keadaannya sakit yang sedang sampai berat, ada empat orang sampai hari ini," kata Agung dalam konferensi persnya.

Agung mengatakan, Orang dalam Pemantauan (ODP) yang datang dan dalam keadaan baik serta sanggup melakukan isolasi mandiri akan mendapatkan penjelasan dari pihak rumah sakit akan diperbolehkan pulang untuk melaksanakan kewajibannya.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Pemeriksaan oleh Dokter

Mengintip Kesiapan RS Darurat COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran
Perbesar
Petugas menyiapkan perlengkapan ruang isolasi Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2019). RS Darurat Penanganan COVID-19 dilengkapi dengan ruang isolasi, laboratorium, radiologi, dan ICU. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Dikutip dari Merdeka, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono mengungkapkan bahwa dari 274 orang yang dirawat, ada 28 yang positif COVID-19.

"Positif corona 28 orang, PDP (Pasien dalam Pengawasan) 208 orang dan ODP 38 orang," kata Yudo menambahkan.

Lebih lanjut, Agung menjelaskan mereka yang boleh pulang dari perawatan di Wisma Atlet adalah yang sudah mendapatkan pemeriksaan oleh dokter. Namun, hingga saat ini, belum ada yang diizinkan meninggalkan RS Darurat.

"Untuk saat ini yang akan pulang setelah kita lakukan pemeriksaan, boleh pulang. Karena dari anamnesa ini kita sudah bisa memperkirakan berapa hari mereka sudah kontak sehingga dokter spesialis paru yang bisa memulangkan beliau," ujarnya.

"Sampai hari ini belum ada. Jadi bisa saja mungkin rumah sakit ini belum buka 14 hari sudah memulangkan pasien dikarenakan memang berdasarakan anamnesa dan riwayatnya lebih dari 14 dan kita lakukan pemeriksaan oleh dokter paru dinyatakan sudah baik dan bisa pulang."

3 dari 3 halaman

Saksikan juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓