Lomba Lari Virtual, Bentuk Dukungan Anak Muda Perangi Pandemi Covid-19

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 28 Mar 2020, 07:00 WIB
Diperbarui 28 Mar 2020, 07:00 WIB
Dibanding Pria, Wanita Lebih Jago Saat Marathon

Liputan6.com, Jakarta Sebuah aplikasi yang fokus pada olahraga lari, JomRun, meluncurkan lomba lari secara virtual bertajuk COVID-19 Battle Virtual Half Marathon. Lomba ini digelar sebagai bentuk dukungannya untuk memerangi pandemi COVID-19 di Indonesia.

Dengan bantuan teknologi virtual, lomba ini dapat diikuti oleh siapapun, di mana saja dan kapan saja, tanpa harus menimbulkan kerumunan massa. Tujuannya untuk mendorong masyarakat agar tetap aktif walau dalam masa social distancing di rumah masing-masing.

Chang Yi Hern, Founder & CEO JomRun, bercerita bahwa inisiatif ini diawali oleh keresahannya saat wabah corona menyerang berbagai belahan dunia. Berbagai acara olahraga yang sudah dijadwalkan ditunda atau bahkan dibatalkan.

“Berbagai acara olahraga dibatalkan, beberapa orang pun akhirnya mengurung diri di rumah dan mengabaikan aktivitas fisik,” ungkap Chang melalui siaran pers yang diterima Liputan6.com.

Padahal, bila mengacu pada anjuran Kementerian Kesehatan dalam GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), melakukan aktivitas fisik seperti bekerja dan berolahraga menjadi langkah pertama untuk menjaga badan tetap sehat dan bugar,” tambahnya dalam rilis.

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Peraturan Fleksibel

Chang Yi Hern bersama tim JomRun berinisiatif untuk mengadakan lomba lari marathon virtual sebagai solusi alternatif acara olahraga tanpa mengumpulkan massa. Seluruh proses mulai dari registrasi, hingga pengukuran dan pengunggahan data jarak tempuh dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi seluler JomRun.

Chang menjelaskan, para peserta dapat mendaftar lomba lari half marathon virtual ini melalui aplikasi seluler JomRun mulai 17 Maret 2020 hingga 17 Juni 2020. Agar semakin mendorong seluruh lapisan masyarakat terus berolahraga selama social distancing, JomRun memberikan 2 pilihan jarak tempuh yaitu 5km dan 21km (half marathon).

JomRun juga tidak menetapkan batasan waktu tempuh lari (Cut Off Time) bagi kedua kategori. Sehingga setiap peserta dapat memilih jarak tempuh dan mengakumulasi jarak berlari sesuai kemampuannya masing-masing hingga batas pengunggahan data pada 17 Juni 2020 nanti.

Peraturan yang fleksibel diterapkan dalam lomba ini misal dalam hal pengukuran jarak tempuh lari. Selain berlari di luar ruangan (outdoor), para peserta juga dapat mengakumulasi jarak tempuh dengan lari di dalam ruangan menggunakan treadmill.

3 dari 4 halaman

Sumbangan Alat Kesehatan

Lomba lari ini juga memperbolehkan step counter (penghitung langkah) sebagai acuan jarak tempuh, jadi para peserta dapat terus beraktivitas di dalam rumah sambil mengakumulasi jarak tempuh sepanjang 3 bulan masa lomba.

“Kami paham bahwa tidak semua orang mempunyai ruang gerak yang cukup namun juga mengerti bahwa beberapa ragu untuk beraktivitas di luar rumah, sehingga kami memberikan tiga pilihan yang cukup fleksibel untuk mengakumulasi jarak lari selama tiga bulan dalam perlombaan kali ini,” jelas Chang.

Para partisipan akan menerima medali dan kaos, juga akan menerima paket lari berisi produk sanitasi dan kesehatan seperti masker wajah dan hand sanitizer untuk menjaga kesehatan peserta saat berlari yang akan langsung dikirim ke rumah masing-masing.

Nantinya, JomRun juga akan mendonasikan 30 persen hasil pendapatan tiket lomba lari virtual ini untuk pengadaan hand sanitizer dan masker wajah bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan, setelah kegiatan belajar mengajar dimulai kembali.

“Kami berharap melalui lomba lari virtual ini masyarakat semakin terpacu untuk menjaga kebugaran jasmani walau sedang dalam masa social distancing,” akhir Chang Yi Hern.

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓