Sejumlah Pasien Corona dari Luar Jabodetabek Datang ke RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 27 Mar 2020, 07:00 WIB
Diperbarui 27 Mar 2020, 08:30 WIB
Mengintip Kesiapan RS Darurat COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran

Liputan6.com, Jakarta Sejak dibuka Senin, 23 Maret 2020, RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta rupanya juga didatangi pasien dari luar Jakarta, Bogor, Depok Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Padahal, pembangunan rumah sakit darurat ini sebenarnya didesain untuk pasien yang berada di sekitar Jabodetabek.

"Kami juga menyampaikan rumah sakit darurat di Wisma Atlet ini sebetulnya didesain awal untuk menampung pasien Corona yang berada di Jabodetabek. Pada kenyataannya, di hari pertama saja ada pasien yang datang dari Surabaya dan Semarang," kata Mayjen Eko Margiyono dari Pangdam Jaya saat konferensi pers secara Live di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020).

"Tapi kami tetap akan menerima pasien-pasien tersebut."

Eko tidak menyebut secara pasti berapa jumlah pasien yang datang dari luar Jabodetabek yang datang ke RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet. Saat ini, ada empat tower yang digunakan selama penanganan COVID-19, yaitu Tower 1, 3, 6, dan 7.

"Kalau semakin bertambah buruk (lonjakan pasien. Maka, bisa nanti kami gunakan tower berikutnya, yaitu Tower 4 dan 5," lanjut Eko.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

4 Tower yang Sudah Digunakan

Wisma Atlet
Wisma Atlet Kemayoran disulap menjadi RS Darurat Penanganan COVID-19. (Dok Kementerian PUPR)

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPBAgus Wibowo menyampaikan, rincian fasilitas tower di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet yang sudah digunakan, sebagai berikut:

Tower 1 lantai 1 sampai 24 digunakan untuk dokter dan petugas medis. Kapasitas 650 unit dan dapat menampung maksimum 1.750 orang.

Tower 3 lantai 1 - 24 untuk Posko Gugus Tugas Penanganan COVID-19. Jumlah unit yang tersedia sebanyak 650 unit dan menampung maksimal 1.750 orang.

Tower 6 secara utuh dari lantai 1 hingga 24 akan digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Kapasitas yang tersedia adalah 650 unit dan menampung 1.750 orang. Satu kamar diperkirakan dapat menampung dua hingga tiga pasien.

Tower 7 akan dibagi menjadi beberapa fungsi. Di lantai 1 akan digunakan sebagai Instalasi Gawat Darurat (IGD), lantai 2 untuk Insentive Care Unit (ICU), lantai 3 untuk ruang refreshing.

Sementara itu, lantai 4 sampai 24 akan digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Kapasitas Tower 7 adalah 886 unit yang mencakup ruang rawat maksimum 2.458 pasien.

"Tower  6 dan 7 dilengkapi peralatan seperti laboratorium dan ruang radiologi, ruang isolasi (ICU maupun non ICU) untuk merawat pasien Corona," lanjut Agus.

Lanjutkan Membaca ↓