Setiap Malam, PDAM Tirtawening Semprotkan 30 Ribu Liter Disinfektan

Oleh Arie Nugraha pada 25 Mar 2020, 21:00 WIB
Diperbarui 25 Mar 2020, 21:00 WIB
Ilustrasi penyemprotan di jalan protokol oleh PDAM Tirtawening

Liputan6.com, Bandung Pemerintah Kota Bandung terus menyemprot cairan disinfektan ke pelbagai sudut kota, untuk memutus penyebaran virus SARS-CoV-2 pemicu penyakit COVID-19. Hal itu akan dilakukan oleh PDAM Tirtawening, menyusul kegiatan serupa yang dilakukan oleh Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB).

Menurut Kepala Sub Bidang Humas PDAM Tirtawening M. Indra Pribadi, penyemprotan akan dikonsentrasikan di jalan protokol. Penyemprotan sendiri sudah dilaksanakan pada kemarin Selasa, 24 Maret 2020 sampai dengan 31 Maret 2020 mendatang.

“Sesuai arahan dari pimpinan kita akan lakukan penyemprotan dalam waktu satu minggu ke depan. Sementara ini jalan utama dulu sebagai pusat aktivitas masyarakat selama ini,” kata Indra ditulis Rabu, 25 Maret 2020.

Indra menyebutkan, penyemprotan akan dilakukan pada malam hari hingga menjelang fajar. Para petugas akan menyemprotkan disinfektan mulai pukul 23.00 WIB sampai dengan pukul 03.00 WIB.

Hal itu sengaja dilakukan, untuk mengantisipasi masih adanya kerumunan warga. Serta mempertimbangkan kondisi jalur lalu lilntas.

 

2 dari 2 halaman

30 ribu liter cairan disinfektan

Penyemprotan Disinfektan
Petugas aparat dari Kepolisian Resor Kota Cimahi mengerahkan water canon untuk menyemprotkan disinfektan sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona. (Humas Polda Jabar)

Indra berujar, PDAM Tirtawening akan menyemprotkan sekitar 30 ribu liter cairan disinfektan setiap harinya. Harapannya, cairan ini bisa mematikan virus SARS-CoV-2 di jalanan dan ruang publik.

“Kita akan menggunakan enam buah mobil tanki PDAM dengan kapasitas 5 ribu liter setiap harinya. Nanti ada tiga personil yang akan bekerja di setiap unit mobil tanki,” ujar Indra.

Di samping penyemprotan jalan, Indra menyebutkan PDAM Tirtawening juga kini tengah menyiapkan pemasangan tempat cuci tangan portable di 35 titik. Sambil menyiapkan alat, tim dari PDAM Tirtawening juga terus memformulasikan lokasi yang cocok untuk pemasangan tempat cuci tangan ini.

Alasannya sebut Indra, karena harus dipikirkan pula jalur pembuangannya. Nantinya, seluruh westafel tersebut dipasok dengan air dalam penampungan berkapasitas 500 liter ditambah sabun.

Lanjutkan Membaca ↓