Pemkab Sikka Ubah Asrama Putra RSUD TC.Hillles Jadi Ruang Isolasi Corona

Oleh Liputan6.com pada 25 Mar 2020, 19:00 WIB
Diperbarui 25 Mar 2020, 19:00 WIB
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo

Liputan6.com, Sikka Menghadapi wabah virus Corona (Covid-19), Rumah Sakit Umum Daerah TC.Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjuk oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI sebagai salah satu rumah sakit rujukan corona di NTT khususnya wilayah Flores.

Meski belum dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) oleh pemerintah pusat dan provinsi NTT, kini pemerintahan daerah tak tinggal diam, semua usaha demi menyelamatkan masyarakat selalu dilakukan salah satunya dengan mengubah Asrama Putra RSUD TC Hillers Maumere menjadi ruangan isolasi corona (Covid-19).

Awalnya RSUD TC Hillers hanya memiliki 2 ruangan isolasi, kini asrama putra RSUD TC Hillers sementara lalu berganti fungsi menjadi ruangan isolasi Virus corona yang memiliki 12 ruangan.

"Ruangan ini ada 12 kamar dan kita harus menyiapkan 30 kamar, sehingga untuk tahap pertama kita menyiapkan 12 kamar, dan untuk jangka panjang kita akan mengantisipasi apabila jumlah pasien membeludak maka RSUD TC.Hillers akan kita tutup dan akan menjadi rumah sakit corona," jelasnya.

Sedangkan pasien yang ada di rumah sakit saat ini akan kita pindakan ke 2 rumah sakit sewasta, ini kalau angka pasiennya tinggi.Pemerintah pasti terus berupaya dan terus berkoordinasi dari pusat sampai daerah.

Pantauan media Liputan6.com Selasa (24/3/2020) pagi, bangunan asrama putra RSUD TC Hillers mulai di rehabilitasi dan dibongkar oleh TNI, Polri bersama staf pemerintah dan ditargerkan 4 hari akan ruangan isolasi ini akan selesai dikerjakan.

Puluhan personil TNI dan Polri sibuk membersihkan seluruh ruangan asrama putra. Barang-barang yang ada di dalam ruangan dikeluarkan, dan langsung dievakuasi ke tempat yang aman.

Asrama putra RSUD TC Hillers terletak di bagian utara rumah sakit tersebut, persis di bagian bawah ruang kamar mayat. Tempat ini agak tertutup, dan jauh dari akses publik.

"Kita memastikan dalam waktu 4 hari asrama putra akan dialihfungsikan. Proses rehabilitasi bangunan asrama putra melibatkan aparat TNI dan Polri serta sejumlah pihak dari institusi terkait," ungkap Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo ditemui awak media di RSUD TC Hillers, Selasa (24/3/2020) siang.

Dikatakannya kita melaksanakan arahan Gubernur NTT, dimana bagi daerah-daerah yang menjadi wilayah rumah sakit rujukan virus Corona (Covid-19), harus bisa menyiapkan ruangan isolasi.

"Sesuai dengan standar pasien dalam pengawasan (PDP), kita dalam hal ini sebagai pemerintah Kabupaten Sikka sudah menyanggupi. Dan kita mulai bekerja menyiapkan ruangan isolasi dan persiapan ruangan isolasi ini diperkirakan 4 hari hari sudah selesai," ujarnya.

 

 

2 dari 2 halaman

ODP mencapai 700 orang

TNI, Polri bersama pemerintah daerah mulai mengevakuasi ruangan asrama putra RSUD TC Hilles Maumere
TNI, Polri bersama pemerintah daerah mulai mengevakuasi ruangan asrama putra RSUD TC Hilles Maumere - Dionisius Wilibardus/liputan6.com

Untuk di Kabupaten Sikka masih berstatus ODP angkanya sudah mencapai kurang lebih 700 orang, ini disebabkan oleh mutasi penduduk yang masuk keluar begitu banyak, semua orang yang datang dari luar daerah kita jadikan Orang Dalam Pemantauan (ODP). Karena Virus Corona ini susah tersebar hampir seluruh daerah.

"Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker sudah menjadi langka karena permintaannya tinggi, tetapi pemerintah akan tetap berusaha sampai dengan hari ini kita tetap berkoordinasi dengan Provinsi dan stok tersebut tetap ada terkususu untuk tenaga medis, itu selalu tersedia dan sekarang Gubernur NTT sudah menyiapkan 1 pesawat yang tetap ada di provinsi NTT bila mana dibutuhkan kita akan gerak cepat untuk menangani," bebernya.

Dana yang dibutuhkan disesuaikan dengan kebutuhan di sesuai dengan instrusi Presiden RI Nomor 4 tahun 2020, sehingga kita akan fokus ke anggaran dan melalui sitem pengawasan langsung.

"Jadi anggaran dikeluarkan sesui dengan kebutuhan dan kita akan pastikan tidak ada yang bermain dengan alokasi dana tersebut, karena inspektorat juga selalu mengawas setiap item belanja dan fakta dilapangan akan di ikuti," jelasnya.

Dana yang akan dibutukan sesuai dengan kebutuhan untuk mengantisipasi apabila terjadi khasus postif Corona pemerintah daerah sudah menghitung sekitar kurang lebih 17 miliart.

"Tetapi kita akan komunikasikan dengan pemerintah Pusat, pemerintah Provinsi dan juga pemerintah Kabupaten dan anggaran yang diusul oleh pemerintah Kabupaten Sikka kurang lebih 7 miliar," ungkapnya.

Kita harus siapkan sampai dengan Alat Pelindung Diri (APD), karena APD itu sangat mahal dan 1 tenaga medis salam sehari 1 shift 10 APD yang digunakan dan 1 APD seharga Rp.600.000 untuk 1 pasien.

Untuk APBD induk kita akan reloksai dan anggaran bisa digeser dan kita bisa membatalkan yang lain untuk penanganan Corona sesuai dengan perintah Presiden RI.

"Dari dana perjalan dinas dan DPRD kabupaten Sikka, dana studi banding, reses anggota DPRD kabupaten sikka akan kita geser untuk menangani wabah virus Corona. Ini yang kita lakukan dalam menyelamatkan jiwa dan nyawa masyarakat," sebutnya.

Bupati Sikka juga menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Sikka, saat ini pemerintah melakukan kebijakan Social distancing yang artinya kita membatasi hubungan sosial dan interaksi secara dekat dan kerumunan.

"Ini harus dipatuhi karena virus ini sangat mematikan, mari kita sayangi semua keluarga kita dengan patuh terhadap arahan dan perintah dari pemerintah. Ini perintah kita lakukan bukan mengada-ada tapi sudah melalui satu kesatuan terintegrasi dari pusat ada sat gas, gugus tugas TNI, Polri dan pemerintah, semua nya bekerja", imbaunya. (Dionisius Wilibardus)

Lanjutkan Membaca ↓