Ketua Pusat Krisis: Panic Buying Muncul karena Kecemasan Akan Wabah Corona COVID-19

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 22 Mar 2020, 14:01 WIB
Diperbarui 22 Mar 2020, 14:01 WIB
Cegah Panic Buying, Kapolda Metro Jaya Pantau Operasi Pasar

Liputan6.com, Jakarta Ketua Pusat Krisis Universitas Indonesia Dicky Palupessy menjelaskan, panic buying muncul dilatarbelakangi kecemasan adanya wabah Corona COVID-19. Informasi yang marak beredar dan tidak jelas dapat mengarahkan seseorang menjadi panic buying.

"Wabah virus Corona membuat orang-orang jadi cemas. Misalnya, karena informasi yang tidak jelas dan tertutup," jelas Dicky saat konferensi pers secara Live di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (22/3/2020).

"Oleh karena itu, semua pihak harus duduk bersama membicarakan apa yang bisa membuat orang cemas, yang beramai-ramai jadi panic buying. Salah satu yang membuat orang cemas karena kebutuhan sehari-hari tidak ada di pasaran."

Untuk mengurangi kecemasan bukan hanya berbicara selalu memastikan pasokan kebutuhan sehari-hari aman dan tercukupi, melainkan memberikan informasi yang akurat tepat tentang bagaimana rantai pasokan makanan.

"Ketersediaan rantai pasokan makanan ini bagaimana selama dua minggu, sebulan kedepan. Dan sebutkan hal-hal apa yang bisa membuat orang merasa cemas. Informasi yang benar dan akurat adalah kuncinya," lanjut Dicky, yang juga Wakil Sekjen Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI).

Sumber informasi yang juga mungkin tidak utuh perlu diluruskan sehingga publik tidak lantas melakukan panic buying.

2 dari 2 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓