7 Langkah Kurangi Stres Selama Pandemi Corona

Oleh Melly Febrida pada 25 Mar 2020, 14:00 WIB
Diperbarui 25 Mar 2020, 14:00 WIB
stres

Liputan6.com, Jakarta Virus Corona COVID-19 kini menjadi topik pembicaraan di mana saja. Imbasnya pun tak tanggung-tanggung, banyak toko kehabisan barang-barang penting, hingga kehilangan penghasilannya. Kondisi ini tentu membuat sejumlah pihak rentan mengalami stres.

"Saya sedang membahas bagaimana kita dapat mengelola stres, kecemasan, atau reaksi yang mengkhawatirkan terhadap pandemi BUKAN virus corona itu sendiri. Juga, jika Anda secara pribadi dipengaruhi coronavirus, saya berharap Anda atau orang yang Anda cintai pulih," kata Dr Brian King Ph,D., ahli saraf dan psikolog seperti dikutip Psychology Today.

King berbagi beberapa langkah untuk menghadapi stres selama mewabahnya virus Corona COVID-19 sehingga bisa tetap tenang:

1. Nilai ancaman

King mengatakan, ketika seseorang merasa kewalahan dengan rasa khawatir atau ketakutan, terkadang bermanfaat untuk memberi tahu diri sendiri tentang fakta-fakta untuk menilai tingkat ancaman pribadi Anda.

Sebagai contoh, King merasa prihatin dan melihat statistik infeksi. Ada sekitar 120.000 orang diketahui memiliki virus dari hampir 8 miliar orang yang hidup di planet ini. Juga, sebagian besar dari kasus-kasus itu berada di Tiongkok. Setelah menggali lebih dalam lagi, ia menemukan hanya ada 7 kasus di negaranya dan tidak ada di daerah tempat tinggalnya.

"Saya menilai tingkat ancaman saya rendah dan mudah tidur malam itu. Sekarang, Anda mungkin berkata, 'Tetapi Brian, bagaimana dengan semua orang yang bisa menyebarkan virus tanpa menyadarinya?' yang saya jawab adalah saya berusaha mengurangi kecemasan, bukan menambahnya," katanya.

2 dari 4 halaman

Identifikasi

2. Identifikasi apa yang dapat Anda kendalikan

Ketika kita menghadapi stres apa pun itu, kata King, penting bagi kita untuk bertanya pada diri sendiri apakah kita dapat melakukan sesuatu untuk itu. Jika ada beberapa tindakan yang dapat kita ambil, maka mengambil tindakan akan membantu mengurangi kecemasan kita.

Sebagai contoh, para ahli menekankan pentingnya mencuci tangan untuk meminimalkan penyebaran virus. Sebagian besar dari kita mampu mencuci tangan, jadi cuci tanganmu lebih sering.

"Jika para ahli mengatakan hindari area yang ramai, maka hindari area yang ramai, dan hiduplah dengan nyaman mengetahui bahwa Anda melakukan semua yang Anda bisa untuk mengurangi paparan Anda," katanya.

3. Terima apa yang tidak bisa Anda kendalikan

King mengatakan cobalah untuk fokus pada apa yang bisa Anda lakukan, bukan pada apa yang tidak bisa Anda lakukan.

Menurutnya, apabila kita fokus dengan perasaan khawatir, mengeluh, merenung, itu hanya akan memperkuat stres kita.

3 dari 4 halaman

Ubah Pikiran Negatif

4. Mengubah pikiran negatif secara aktif

King menegaskan satu-satunya bagian otak yang bisa orang kendalikan secara langsung dan sukarela adalah bagian yang dipikirkannya. Apabila Anda tidak melakukannya, itulah yang berkontribusi terhadap kecemasan yang mungkin Anda rasakan selama pandemi ini.

"Apa yang kita pikirkan memengaruhi perasaan kita dan saya sering memberi tahu orang-orang jika mereka tidak suka perasaan mereka maka ubag pikiran mereka. Jadi, jika otak Anda terlalu sering disibukkan oleh kekhawatiran tentang virus, kemarahan tentang jarak sosial, atau kesedihan karena kehilangan penghasilan, maka ubah pikiran itu," katanya menegaskan,

5. Tetap aktif

King bilang, manusia mungkin mengisolasi diri sendiri secara fisik, tetapi masih memiliki kesempatan yang luar biasa untuk terhubung dengan orang lain secara virtual.

"Selama beberapa minggu terakhir, saya telah melihat beberapa strategi mengatasi yang luar biasa ketika orang-orang di zona karantina melakukan apa yang mereka bisa untuk tetap aktif," katanya.

Ia mencontohkan banyak orang yang sudah mulai berolahraga atau belajar memasak. Melukis, membuat musik, atau membuat seni secara umum bisa sangat membantu. Atau ada juga yang mengejar daftar bacaan mereka.

4 dari 4 halaman

Berpikir Positif

6. Berpikir positif

King mengatakan, seseorang hanya dapat menyimpan beberapa pikiran dalam pikiran pada waktu tertentu. Jadi, jika Anda memiliki pikiran positif dan optimis, tidak ada banyak ruang tersisa untuk memikirkan negatif.

7. Humor

Humor adalah alat manajemen stres alami. Menurut King, mengatasi dan meminimalkan stres merupakan tujuan dari humor. Tertawa mengurangi kecemasan, menurunkan hormon stres dan membantu kita untuk tenang.

"Saya tidak bisa memberi tahu Anda bagaimana menemukan humor dalam situasi Anda, tetapi sebanyak yang kita bisa, kita perlu tertawa dan santai saja," tegasnya.

Lanjutkan Membaca ↓