Kasus COVID-19 Meningkat di Asia Tenggara, WHO Imbau Tingkatkan Upaya Pengendalian

Oleh Dyah Puspita Wisnuwardani pada 18 Mar 2020, 11:14 WIB
Diperbarui 18 Mar 2020, 11:14 WIB
WHO Diminta Bantu Atasi Pemasaran Makanan Anak yang Tak Pantas

Liputan6.com, Jakarta Seiring dengan bertambahnya kasus COVID-19 yang terkonfirmasi di negara-negara Asia Tenggara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan agar negara-negara di wilayah tersebut lebih meningkatkan upaya pencegahan penyebaran SARS-CoV-2.

"Situasinya berkembang sangat cepat. Kita perlu segera meningkatkan semua upaya pencegahan Virus Corona menginfeksi lebih banyak orang," ujar Direktur Regional WHO untuk Asia Tenggara Dr Poonam Khetrapal Singh.

Delapan dari 11 negara anggota WHO di wilayah Asia Tenggara telah mengonfirmasi kasus COVID-19. Ada 177 kasus terkonfirmasi COVID-19 di Thailand, 134 kasus di Indonesia, 125 di India, 19 di Srilanka, 13 di Maldives, 5 di Bangladesh, serta masing-masing satu di Nepal dan Bhutan.

"Ada lebih banyak klaster transmisi virus yang terkonfirmasi. Sementara ini adalah indikasi surveilans yang efektif dan lebih waspada, ini juga menandakan diperlukannya penanganan yang lebih agresif dan melibatkan upaya dari semua masyarakat guna mencegah penyebaran COVID-19 lebih jauh lagi. Jelas kita perlu berupaya lebih dan secara cepat," Dr Poonam Khetrapal Singh melansir laman resmi WHO.

Jika melihat data yang tersaji, WHO menilai beberapa negara menuju penularan COVID-19 di komunitas sehingga perlu dicegah. Caranya dengan terus melakukan upaya mendeteksi, tes, merawat, mengisolasi, dan melacak kontak.

Selain itu, WHO juga menekankan bahwa menerapkan perilaku sehat secara sederhana ketika berada di ruang publik pun penting, seperti menjaga kebersihan tangan, mempraktikkan etika batuk dan bersin, dan melaksanakan social distancing.

"Itu saja secara substansial sudah berpotensi mengurangi penularan," ujar Dr Khetrapal Singh.

 

2 dari 2 halaman

Imbauan bagi Negara-Negara di Asia Tenggara

Meski demikian, jika penularan virus di masyarakat telah terjadi, negara yang bersangkutan perlu meningkatkan respons mereka guna meredam penyebaran serta menghentikan outbreak.

Mekanisme darurat perlu ditingkatkan, demikian pula dengan persiapan jaringan fasilitas kesehatan dan rumah sakit guna menghindari penumpukan pasien.

WHO juga mengimbau langkah karantina mandiri oleh individu yang mengalami gejala ringan bisa dilanjutkan untuk mengurangi beban sistem kesehatan dan mengurangi penyebaran virus. Langkah tersebut dianggap sebagai langkah paling penting dari intervensi komunitas.

Melakukan tes terhadap semua kasus suspek, kontak dengan gejala dari orang yang sudah positif COVID-19 juga tetap diperlukan.

"Kita perlu siap merespon perkembangan situasi dengan tujuan menghentikan penularan COVID-19 sedini mungkin untuk meminimalisasi dampak virus tersebut yang telah menyebar ke lebih dari 150 negara dalam waktu singkat. Hal itu menyebabkan kerugian substansial bagi kesehatan individu, masyarakat, negara, dan perekonomian. Perhitungan darurat dan agresif diperlukan dalam hitungan jam. Kita perlu bertindak sekarang," tandas Dr Poonam Khetrapal Singh.

 

Lanjutkan Membaca ↓