Cek Fakta Kesehatan: Rutin Minum Teh Hijau di Pagi dan Sore Hari Bisa Tangkal Virus Corona?

Oleh Aditya Eka Prawira pada 15 Mar 2020, 09:00 WIB
Diperbarui 15 Mar 2020, 09:00 WIB
Ilustrasi Teh Hijau
Perbesar
Ilustrasi Teh Hijau (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah menyebaran Virus Corona di Indonesia, beragam informasi cara pencegahan agar tak terpapar COVID-19 berseliweran di sosial media.

Seperti halnya sebuah informasi yang menyebut kalau teh hijau dapat menangkal Virus Corona, yang diunggah akun @dr_koko28.

Dari keterangan yang tercantum di unggahan tersebut, aktivitas anti-virus dari teh hijau atau Camellia sinensis sudah diteliti pada beberapa strain, termasuk Coronavirus atau Virus Corona.

"Flavonoid, Catechin, ECGC, ditemukan bermanfaat, tetapi belum diteliti untuk SARS-Cov 2," tulisnya.

 

Teh Hijau
Perbesar
Teh Hijau disebut dapat menangkal Virus Corona.

Dia lalu menyarankan untuk minum teh hijau dalam keadaan hangat, sekitar 40 celcius sebanyak dua kali (pagi dan sore), tanpa gula.

 

Kata Pakar Soal Teh Hijau Bisa Tangkal Virus Corona

Ilustrasi Teh Hijau
Perbesar
Ilustrasi Teh Hijau (iStockphoto)

Saat ditanya kebenaran kabar tersebut, Praktisi Herbal dan Peneliti di B2P2TOOT Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr Danang Ardiyanto, mengatakan, belum ada penelitian atau uji klinik yang mendukung klaim teh hijau dapat menangkal Virus Corona.

Menurut Danang, penelitian yang pernah dilakukan terkait antioksidan, antiinflamasi atau peradangan yang terkandung di teh hijau.

Termasuk khasiat teh hijau bagi orang obesitas dan kesehatan kulit manusia.

"Tapi sebagai minuman fungsional, bisa saja efek antioksidannya dimanfaatkan untuk menambah imunitas tubuh. Akan tetapi memang tidak spesifik untuk Virus Corona," kata Danang saat dihubungi Health Liputan6.com pada Minggu, 15 Maret 2020.

Untuk orang obesitas, misalnya, teh hijau diketahui mengandung kafein dan katekin. Kedua komponen yang menurut Danang dapat mempercepat metabolisme.

"Katekin dapat merangsang penghancuran lemak. Tapi tetap efeknya kecil bila dibandingkan dengan penurunan berat badan melalui olahraga dan diet seimbang," ujarnya.

 

Simak Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓