Takut COVID-19, Warga Australia Berebut Tisu Toilet hingga Todongkan Pisau

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 06 Mar 2020, 22:00 WIB
Diperbarui 06 Mar 2020, 22:00 WIB
Panic Buying Akibat Virus Corona Landa Australia

Liputan6.com, Jakarta Ketakutan berlebihan terhadap penyakit akibat virus corona atau COVID-19 menimbulkan sebuah insiden di sebuah supermarket di Sydney, Australia. Baru-baru ini, seorang pembeli nekat menodongkan pisau pada orang lain demi memperebutkan tisu toilet.

Pada Rabu pekan ini, sebuah perkelahian terjadi ketika memborong berbagai benda dengan tidak bertanggung jawab, akibat ketakutan berlebihan pada COVID-19. Situasi tersebut berujung kekacauan.

Sekitar pukul 13.30 waktu setempat, polisi pun dipanggil ke supermarket tersebut. Saksi mata melaporkan, seorang pelanggan bahwa mengeluarkan pisau demi mengancam pembeli lainnya.

"Ada pertengkaran karena kertas toilet. Anda bisa mendengar keributan datang dari ujung lorong," kata seorang saksi mata seperti dikutip dari The Sun pada Jumat (6/3/2020).

"Ada pisau yang dikeluarkan dan orang-orang mulai berlarian," kata saksi mata tersebut kepada Daily Mail Australia.

2 dari 3 halaman

Panic Buying di Australia

Panic Buying Akibat Virus Corona Landa Australia
Rak-rak kosong tempat tisu toilet di sebuah supermarket di Sydney, Rabu (4/3/2020). Supermarket terbesar Australia mengumumkan batas pembelian tisu toilet dan pembersih tangan (handsanitizer) setelah terjadinya panic buying akibat ketakutan penyebaran virus corona COVID-19. (PETER PARKS/AFP)

Beruntunglah, kepolisian datang dengan cepat. Dilaporkan seorang wanita dibawa oleh mereka. Tidak ada yang terluka dalam kekacauan itu.

Panic buying usai ditemukannya kasus COVID-19 di Australia membuat banyak tisu toilet rak toko di negara tersebut kosong. Sebuah supermarket berjaringan di Australia, Woolworths bahkan melarang satu pelanggan membeli lebih dari empat kotak tisu toilet.

Sebuah produsen tisu toilet Australia juga mengklaim bahwa pembelian produk mereka meningkat hingga 800 persen akibat merebaknya virus corona.

Hingga Jumat pukul 13.15 WIB, berdasarkan peta dari Johns Hopkins CSSE, di Australia sudah ada 60 kasus positif COVID-19. Dua pasien terjangkit dilaporkan meninggal dunia, sementara 21 lain dinyatakan sembuh.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓