Gubernur Jabar Ridwan Kamil Minta Warga Tidak Panik Akibat COVID-19

Oleh Arie Nugraha pada 03 Mar 2020, 08:05 WIB
Diperbarui 03 Mar 2020, 08:05 WIB
Ridwan Kamil

Liputan6.com, Bandung - Setelah dua warga Depok dinyatakan positif COVID-19, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengimbau kepada seluruh warga Jabar untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.

"Ada beberapa imbauan kepada masyarakat. Pertama, jaga kesehatan, makin fit, makin bugar, makin mudah virus itu dilawan," kata Emil--sapaan Ridwan Kamil-- dalam keterangan resmi tertulisnya, ditulis Selasa (3/3/20).

Selain itu juga, Emil meminta masyarakat untuk tidak panik menghadapi COVID-19 dengan membeli masker. Merujuk pada pernyataan Menteri Kesehatan RI, penggunaan masker hanya untuk orang yang sedang sakit.

"Jangan sampai orang sakit butuh, ternyata habis dibeli oleh orang-orang sehat yang tidak memerlukan masker. Saya imbau warga Depok untuk tetap tenang dan memberikan kesempatan kepada yang membutuhkan," ucap Emil.

 

2 dari 4 halaman

Salurkan 10 Ribu Masker

2 Orang di Indonesia Positif Virus Corona, Para Pekerja Banyak Kenakan Masker
Sejumlah karyawan menggunakan masker saat beraktifitas di luar kantor di Jakarta, Senin (2/3/2020). Usai diumukan Presiden Jokowi bahwa ada 2 WNI yang terkena virus corona, banyak para pekerja menggunakan masker saat beraktifitas. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Supaya stok masker di layanan-layanan kesehatan di Kota Depok aman, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar menyalurkan 10 ribu masker kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

"Karena itulah kami tadi membawa 10 ribu masker, kami titipkan ke Pak Wali Kota untuk disimpan di titik-titik layanan kesehatan," ujar Emil.

Emil menyatakan, pihaknya akan menindak tegas oknum-oknum yang memanfaatkan isu COVID-19 dengan menimbun masker dan menjualnya dengan harga tinggi.

"Saya sampaikan kalau ada penimbunan-penimbunan yang profit motifnya itu tolong ditindak," sebut Emil.

3 dari 4 halaman

Jangan Panik Beli Sembako

Selain itu, Emil mengimbau warga Jabar untuk tidak panik dalam membeli sembako. Sebab, suplai dan permintaan sembako di Jabar masih normal.

"Imbauan terakhir jangan panik juga membeli sembako yang tidak perlu. Suplai dan demand sembako kita normal-normal saja. Jangan sampai diberitakan oleh berita-berita yang buat panic buying," ujar Emil. (Arie Nugraha)

4 dari 4 halaman

Saksikan juga video berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓