Ditegur karena Mabuk dan Bikin Keributan di Pesawat, Pria Ini Kunyah Ponsel

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 19 Feb 2020, 12:00 WIB
Diperbarui 19 Feb 2020, 12:00 WIB
Pesawat Tergelincir dan Jatuh

Liputan6.com, Jakarta Dalam keadaan mabuk, Matthew Flaherty tiba-tiba mengeluarkan ponselnya, membongkarnya, lalu mulai mengunyah bagian-bagian benda itu. Kejadian tersebut berlangsung di dalam sebuah penerbangan dari Manchester, Inggris ke Islandia pada 28 Januari tahun lalu.

Awalnya, pria 44 tahun baru saja menenggak minuman keras dalam pesawat. Ketika dia berada dalam kondisi mabuk, Flaherty mulai melakukan pelecehan kepada seorang penumpang wanita di dekatnya namun diabaikan.

Saat itulah, pria ini mulai melontarkan umpatan dan kata-kata kasar bernada ancaman seperti "akan membunuh keluarganya". Awak kabin pun turun tangan untuk menenangkannya. Namun, pria ini semakin tidak terkendali.

"Saya akan membunuhmu jika Anda tidak tutup mulut!" seru Flaherty seperti dikutip dari Fox News pada Selasa (18/2/2020). Saat kabar itu terdengar sampai ke pilot, mereka pun melakukan pendaratan darurat di Edinburgh, Skotlandia.

2 dari 4 halaman

Membongkar Ponsel dan Mengunyahnya

Ilustrasi Kursi Pesawat
Ilustrasi kursi pesawat. (iStockphoto)

Ketika mereka mendarat, Flaherty lalu mengeluarkan ponselnya dan membongkar benda tersebut. Dia kemudian mengunyahnya hingga sebuah baterai jatuh.

Dalam pengadilannya pada awal Februari tahun ini, dikabarkan bahwa baterai tersebut terlempar ke kursi. Benda itu tiba-tiba memanas dan mulai membara.

Seorang awak kabin bereaksi dengan cepat dan mengambil baterai tersebut lalu menaruhnya dalam secangkir air untuk mendinginkannya. Sementara itu, Flaherty dibawa ke kantor polisi.

3 dari 4 halaman

Mengklaim Konsumsi Obat-Obatan

Kursi pesawat (iStock)
Ilustrasi kursi pesawat (iStockphoto)

Dikutip dari Edinburgh News, pria tersebut masih memaki para petugas dan mengeluarkan kata-kata umpatan bersifat rasial. Dia juga mengancam akan menemukan dan membunuh keluarga seorang petugas.

Pengacara pria tersebut, Richard Souter mengatakan bahwa perilaku tersebut bisa jadi dikarenakan pengaruh alkohol dengan obat penghilang rasa sakit untuk penyakit sarafnya. Namun, petugas akan tetap melanjutkan kasus tersebut.

"Ini adalah kasus yang sangat serius dan Anda harus mempersiapkan diri untuk ditahan," kata Sheriff Thomas Welsh kepada Flaherty dalam pengadilan.

Flaherty sendiri telah mengaku bersalah atas perbuatannya yang mengganggu ketertiban, berteriak, memaki, mengancam, serta gagal mematuhi instruksi yang berlaku dalam penerbangan. Selain itu, dia juga menyatakan telah melakukan tindakan berbahaya dengan membongkar ponsel dan memasukkanya dalam mulut, serta membuat sebuah baterai nyaris terbakar.

4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓