Pemerintah RI Kawal Kepulangan 238 WNI Peserta Observasi dari Natuna

Oleh Liputan6.com pada 15 Feb 2020, 17:45 WIB
Diperbarui 16 Feb 2020, 00:05 WIB
WNI dari Wuhan

Liputan6.com, Natuna - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian/Lembaga yang meliputi Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengawal kepulangan 285 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Natuna, Kepulauan Riau, setelah menjalani proses observasi terkait wabah virus corona, Sabtu (15/2).

Observasi kesehatan yang dijalani para peserta WNI tersebut dipantau secara ketat 24 jam sesuai standar protokol Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selama 14 hari, terhitung sejak mereka dijemput dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terkait Virus Corona (COVID19/2019-nCov) pada Sabtu (1/2) lalu.

Selama menjalani observasi, para peserta WNI yang lebih banyak merupakan mahasiswa itu diberikan jaminan dan layanan fasilitas memadai yang nyaman. Bahkan selama proses observasi mereka tetap bisa mengikuti perkuliahan secara online, berolahraga, bermusik dan berinteraksi sesuai yang dilakukan sehari-hari, mengutip siaran pers yang diterima Health-Liputan6.com, Sabtu (15/2/2020)

Para WNI beserta staf KBRI, kru maskapai penerbangan, tim Kemenkes, dan anggota TNI yang bertugas selama observasi di Natuna dinyatakan sehat dan bugar. Pemerintah menyatakan, kondisi mereka tak berbeda seperti sebelum menjalani observasi usai dijemput dari China. 

 

2 dari 3 halaman

Jokowi Harap Masyarakat Menerima WNI Peserta Observasi

Terawan Agus Putranto
Menkes Terawan di Natuna.

Melalui keterangannya, Presiden Joko Widodo sebelumnya telah memastikan bahwa para peserta WNI tersebut sehat dan ceria selama menjalani rangkaian observasi yang dijaga ketat sesuai protokol kesehatan WHO hingga selesai.

"Itu proses protokol kesehatan dari WHO yang kita ikuti secara ketat. Karantina di Natuna juga ketat diawasi, dicek harian. Sekarang sudah 14 hari, memang protokolnya seperti itu," ujar Presiden dalam keterangannya di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (14/2).

Hal tersebut sekaligus menepis kekhawatiran mengenai kondisi para WNI selepas kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

“Kalau sekarang mereka kembali ke masyarakat itu dipastikan bahwa prosedur (observasi) telah dilalui. Saya harapkan masyarakat bisa menerima apa adanya karena mereka sudah melalui observasi selama 14 hari. Tidak perlu takut. Terima (mereka) apa adanya. Tidak ada masalah,” tuturnya.

Apa yang disampaikan Kepala Negara tersebut juga dikonfirmasi oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sesaat sebelum berangkat mengawal kepulangan para WNI dari Natuna di Bandara Halim Perdanakusuma bersama Menko PMK Muhadjir Effendy, Kepala BNPB Doni Monardo dan tim pendukung lainnya.

“Sampai detik ini laporannya semuanya (WNI peserta observasi) sehat,” ungkap Terawan Sabtu (15/2).

Lebih lanjut, Terawan juga meminta doa restu dan dukungan kepada seluruh pihak semoga proses pemulangan dapat berjalan lancar sehingga mereka dapat kembali bertemu keluarga di kampung halamannya masing-masing.

“Saya mohon doa restu dan dukungannya semoga semuanya berjalan lancar sehingga mereka dapat kembali ke pelukan keluarganya dan lingkungannya dengan baik dalam suasana yang bahagia,” pinta Terawan.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video menarik berikut

Lanjutkan Membaca ↓