Kepulangan Penuh Haru Keluarga WNI Dari Natuna

Oleh Liputan6com pada 15 Feb 2020, 17:48 WIB
Diperbarui 15 Feb 2020, 18:43 WIB
WNI yang telah menjalani observasi di Natuna, Kepulauan Riau jelang dipulangkan ke kampung halaman masing-masing, Sabtu (15/2/2020).

Liputan6.com, Jakarta Pemulangan seluruh warga negara Indonesia (WNI) peserta observasi di Natuna terkait virus corona diperkirakan akan tiba di Lanud Halimperdanakusuma pada sore ini. Saat ini juga sudah terdapat salah satu keluarga dari peserta observasi yang hendak menjemput anaknya di Halim, Jakarta, Sabtu (15/2/2020).

Kebahagian atas pemulangan peserta observasi tengah dirasakan oleh keluarga dari Yusuf Azhar, salah satu peserta observasi di Natuna terkait virus corona.

"Bahagia sekai. Senang sekali," ujar Aprilya, Ibunda dari salah satu peserta observasi di Natuna terkait virus corona.

Aprilya yang datang menjemput Yusuf bersama dengan suami dan saudara kandung yusuf turut mengatakan bahwa pihak keluarga mengetahui informasi pemulangan 385 peserta observasi di Natuna terkait virus corona melalui pemberitaan di televisi.

"Saya mengikuti aja peraturan yang kata di TV ya. Kata berita-berita di TV semua akan dipulangkan hari Sabtu," kata Aprilya.

Ia menambahkan, "Kami selalu siap jam berapanya. Katanya tadi di TV jam 12 dari Natuna."

 

2 dari 3 halaman

Sambutan keluarga untuk Yusuf

Diketahui dengan kepulangan Yusuf setelah selesai melakukan masa observasi di Natuna, keluarga tidak menyiapkan agenda khusus untuk menyambut Yusuf.

Hanya saja, kata Aprilya, akan melakukan syukuran dan makan malam bersama keluarga di rumah.

"Ya (syukuran), untuk baca doa lah di rumah nanti. Syukuran untuk menyambut," ujar Ibunda dari Yusuf.

Respon keluarga saat mendengar virus corona mewabah di Wuhan

Cik Dan, Kakak dari Yusuf, menceritakan awal mula respon keluarga saat mendengar mewabahnya virus corona di tempat perantauan adiknya itu.

Katanya, "Semua orang pada panik kan ya. Keluarga ada disana apalagi adik saya disana.".

Meskipun begitu, menurutnya, itu sudah menjadi sebuah risiko bagi adiknya yang memilih untuk menimba ilmu di Wuhan.

"Tapi namanya anak rantau harus siap menerima risiko, dong," kata Cik Dan.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓