Alasan WNI di Natuna Harus Pakai Masker Selama Observasi

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 09 Feb 2020, 15:00 WIB
Diperbarui 09 Feb 2020, 15:00 WIB
Mendarat di Batam, WNI dari Wuhan Langsung Disemprot Disinfektan
Perbesar
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China saat tiba di bandara internasional Hang Nadim, Batam, Minggu (2/2/2020). Para WNI langsung ke luar pesawat untuk selanjutnya menuju Natuna, Kepulauan Riau. (Photo by Handout/Indonesian Embassy/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Dalam tayangan video tampak para Warga Negara Indonesia (WNI) yang tengah menjalani observasi di Natuna, Riau, menggunakan masker. Penutup area hidung dan mulut berwarna hijau itu tak lepas dari keseharian mereka. 

Meski lingkungan di sekitar tenda dan hanggar observasi selalu disemprot desinfektan dan terjaga higienitasnya, pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut, para WNI harus tetap mengenakan masker. Tujuannya demi menghindari kemungkinan penularan bakteri dan virus antarteman.

"WNI yang ada di lokasi observasi Natuna memang harus menggunakan masker. Kalau misalnya batuk jadi mencegah penularannya," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Wiendra Waworuntu saat ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan.

Selain itu, penggunaan masker bertujuan agar minim paparan patogen jahat. Paparan patogen jahat mungkin saja bisa terjadi sehingga memengaruhi kondisi kesehatan mereka.

"Masker untuk menjaga diri mereka yang ada di Natuna supaya tetap sehat dan terhindar dari masalah kesehatan," pungkas Wiendra.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Masker Tutupi Area Hidung dan Mulut

Liputan 6 default 2
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan6

Masker menjadi salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah dari terpapar penyakit. Penggunaan masker juga menutupi area hidung dan mulut. 

"Kalau pakai masker harus menutupi area hidung dan mulut. Jadi, maskernya itu bukan dipakai di bawah mulut atau dagu. Saya seringkali lihat, orang-orang pakai masker begitu," Wiendra menambahkan.

Ada juga masker dipasang di bawah hidung. Penggunaan pun keliru. Yang benar masker menutupi area hidung dan mulut.

"Biasa dipakai masker bedah biasa atau N95. Tapi jangan masker kain karena bahannya tidak efektif menyaring patogen atau bakteri," kata dokter spesialis mikrobiologi Fera Ibrahim saat ditemui di RS Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat beberapa hari lalu.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓