WNI yang Jalani Observasi di Natuna Punya Nafsu Makan Baik

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 06 Feb 2020, 14:03 WIB
Diperbarui 06 Feb 2020, 14:03 WIB
Mendarat di Batam, WNI dari Wuhan Langsung Disemprot Disinfektan

Liputan6.com, Jakarta Para warga negara Indonesia (WNI) yang menjalani masa observasi virus corona selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau, dikabarkan dapat menikmati makanan yang disajikan. Nafsu makan mereka baik. 

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menuturkan, WNI yang di Natuna sangat menikmati makanan yang disediakan. 

"Kami melakukan aktivitas menyenangkan di sini, termasuk makan bareng. Dicek juga apakah makanan benar-benar dinikmati. Dan semua piring makan sudah kosong lho (habis disantap)," ujar Anung sambil tersenyum melalui panggilan video call, kemarin (5/2/2020). 

"Ini membuktikan bahwa WNI di Natuna masih punya nafsu makan yang baik. Mereka tetap menikmati menu yang disediakan." 

Umumnya, individu yang kesehatan tubuhnya baik akan memiliki nafsu makan yang baik juga.

2 dari 2 halaman

Makan dengan Lahap

Mendarat di Batam, WNI dari Wuhan Langsung Disemprot Disinfektan
Petugas mengenakan alat pelindung saat mengevakuasi WNI dari Wuhan, China di bandara internasional Hang Nadim, Batam, Minggu (2/2/2020). Korban meninggal dunia akibat Virus Corona di seluruh wilayah daratan China telah mencapai 304 orang. (Photo by Handout/Indonesian Embassy/AFP)

Kenikmatan makan para WNI yang diobservasi di Natuna juga terlihat dalam tayangan video yang diunggah akun Twitter Kementerian Kesehatan. Tampak para WNI tengah sarapan. Mereka makan dengan lahap, bahkan ada yang berkomentar ingin menambah lagi makanannya.

Tampak seluruh WNI asyik makan bersama dalam satu meja panjang. Ketika video menyorot satu persatu WNI,  piring makan di hadapan mereka ternyata sudah kosong. Tidak ada makanan yang tersisa. Itu membuktikan nafsu makan mereka memang baik. 

Makanan yang disajikan bagi para WNI tak hanya dijaga rasa dan kualitasnya, melainkan juga keamanannya dari paparan zat berbahaya. Sebelum disajikan, makanan tersebut akan melalui pemeriksaan yang bertujuan menjaga keamanan makanan dari paparan merkuri dan arsenik. Jika masuk ke tubuh, kedua zat itu dapat merusak ginjal.

"Untuk makanan yang disediakan ini juga melalui proses pemeriksaan agar menjamin keamanan makanan yang dikonsumsi," Anung menambahkan.

 

Lanjutkan Membaca ↓