Cairan Desinfektan Rutin Disemprot di Lokasi Observasi WNI dari Wuhan di Natuna

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 05 Feb 2020, 19:13 WIB
Diperbarui 05 Feb 2020, 19:13 WIB
Mendarat di Batam, WNI dari Wuhan Langsung Disemprot Disinfektan
Perbesar
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China saat tiba di bandara internasional Hang Nadim, Batam, Minggu (2/2/2020). Para WNI langsung ke luar pesawat untuk selanjutnya menuju Natuna, Kepulauan Riau. (Photo by Handout/Indonesian Embassy/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Penyemprotan cairan desinfektan di lokasi observasi warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan terkait wabah virus corona di Pulau Natuna, Riau, termasuk kegiatan yang rutin dilakukan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut, hal itu merupakan upaya mensterilkan lokasi, menjaganya tetap bersih dari segala macam bakteri atau pun virus. 

"Cairan desinfektan disemprotkan di seluruh tenda WNI di Natuna sini. Penyemprotan dilakukan dua kali sehari," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono melalui tayangan video call di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Penyemprotan cairan desinfektan bukan hanya dilakukan di dalam ruang tenda saja, melainkan pada seluruh barang peralatan dan perlengkapan sehari-hari WNI, seperti tas dan lainnya.

Tampak dalam video yang diunggah di laman Twitter Kementerian Kesehatan, petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam dan Tanjung ikut membantu menyemprotkan cairan desinfektan. Tak terkecuali, para petugas juga menyemprot cairan tersebut di dalam tenda para WNI.

Tas-tas para WNI yang dipulangkan dari Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok terkait wabah virus corona turut terkena cairan desinfektan. Hal tersebut guna menjaga higienitas lingkungan sehingga WNI tetap nyaman dan sehat.

 

2 dari 3 halaman

Kondisi WNI di Natuna

"Dilaporkan, sampai hari ini seluruh WNI yang ada di Natuna sehat dan baik-baik saja. Tidak ada kenaikan suhu tubuh yang menunjukkan gejala terinfeksi virus corona (di atas 38 derajat Celsius)," Anung menegaskan.

Di lokasi observasi, juga telah berdiri rumah sakit lapangan dengan fasilitas mini ICU dan tenaga kesehatan. Rumah sakit lapangan itu dilengkapi dengan 5 dokter spesialis (paru, anestesi, jantung, penyakit dalam, kebidanan), 2 dokter umum, dan satu perawat.

Fasilitas kesehatan itu disediakan untuk berjaga-jaga kalau ada WNI yang sakit. Pemeriksaan suhu tubuh juga tetap dilakukan dua kali sehari. Para WNI di Natuna masih harus menjalani observasi hingga genap 14 hari.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video berikut:

Lanjutkan Membaca ↓