Tak Hanya Penyakit, Obesitas Juga Bawa Masalah ke Kehidupan Seks

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 04 Feb 2020, 21:00 WIB
Diperbarui 04 Feb 2020, 21:00 WIB
Ilustrasi Badan Gemuk atau Obesitas (iStockphoto)
Perbesar
Ilustrasi Badan Gemuk atau Obesitas (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Obesitas tidak hanya berisiko membawa penyakit seperti diabetes, sakit jantung, hipertensi, serta stroke. Kehidupan seks juga bisa terganggu karena masalah berat badan.

Dalam sebuah studi yang dilakukan di University at Buffalo, New York, Amerika Serikat, obesitas juga terkait dengan rendahnya tingkat testosteron pada pria.

"Kelebihan berat badan menghambat stamina yang penting untuk mempertahankan kinerja seksual," kata Dr. Shobha Gupta, pakar fertilisasi in vitro dari Mother's Lap IVF Centre, India seperti dikutip dari Economic Times pada Senin (3/2/2020).

"Itu juga mengganggu keseimbangan hormon yang pada saatnya, mempengaruhi kadar testosteron, menyebabkan hilangnya libido atau gairah seks yang rendah," Gupta menambahkan.

2 dari 3 halaman

Masalah Emosional Akibat Obesitas

Ilustrasi Badan Gemuk atau Obesitas (iStockphoto)
Perbesar
Ilustrasi Badan Gemuk atau Obesitas (iStockphoto)

Gupta juga menjelaskan bahwa obesitas berpengaruh pada peredaran darah ke alat kelamin. Sirkulasi yang buruk di aliran darah juga bisa menjadi penyebab disfungsi ereksi.

Selain itu, masalah juga muncul dari kurangnya rasa percaya diri yang datang karena bentuk fisik.

"Ini bukan hanya masalah fisik. Ini adalah masalah psikososial yang melibatkan citra tubuh dan kecemasan kinerja," kata psikolog Martin Binks dalam sebuah pertemuan tahunan di Las Vegas pada 2004, seperti dikutip dari Webmd.

Beberapa masalah emosional juga bisa muncul akibat obesitas. Beberapa di penderita mungkin mengalami isolasi sosial, depresi, diskriminasi karena berat badan, masalah tidur, kebiasaan makan yang buruk, hingga kurangnya aktivitas fisik yang berpengaruh pada kesuburan.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓