AS Laporkan Kasus Pertama Penularan Virus Corona Antarmanusia

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 31 Jan 2020, 11:00 WIB
Diperbarui 31 Jan 2020, 11:00 WIB
Batuk
Perbesar
Ilustrasi Foto Batuk (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa untuk pertama kalinya, mereka menemukan kasus penularan infeksi virus corona antar manusia. Hal ini diungkap pejabat kesehatan setempat pada hari Kamis kemarin.

Kasus infeksi virus corona keenam di AS ini terjadi pada seorang suami dari wanita Chicago yang sakit setelah mengunjungi Wuhan, Tiongkok, tempat kasus pneumonia berat pertama kali diidentifikasi.

Dilaporkan AP News, dikutip Jumat (31/1/2020), wanita ini pulang ke AS dari Wuhan pada 13 Januari lalu. Pada hari Rabu malam pekan ini, suami dari wanita ini dikonfirmasi terkena infeksi virus tersebut.

Departemen kesehatan Chicago menyatakan bahwa mereka yang berkontak dekat dengan pria ini sedang dipantau. Namun, mereka mencoba untuk meredakan kekhawatiran bahwa kasus ini bisa memulai wabah di area itu.

"Risiko untuk masyarakat umum tetap rendah. Penyebaran orang ke orang ini adalah dua kontak yang sangat dekat, suami dan istri," kata Dr. Ngozi Ezike, kepala Departemen Kesehatan Masyarakat Illinois.

2 dari 3 halaman

Lakukan Pemantauan

Sejumlah Negara Antisipasi Penyebaran Virus Corona
Perbesar
Anggota tim Kementerian Kesehatan Italia bersiap-siap untuk menerapkan langkah-langkah dan prosedur kesehatan terhadap risiko wabah virus corona yang mematikan, setelah penumpang mendarat di bandara Fiumicino Roma, Italia (23/1/2020). (Aeroporto Di Roma/AFP)

Pejabat kesehatan menyatakan, pria ini lebih sering menggunakan mobil untuk bepergian dan tidak menaiki transportasi publik seperti kereta. Selain itu, dia juga tidak menghadiri pertemuan besar.

Dikutip dari The New York Times, Dr. Jennifer Layden, epidemiologis dari Departemen Kesehatan Illinois mengatakan bahwa sang suami tidak bepergian ke Tiongkok. Sementara itu sang istri, sedang berada dalam perawatan dan dinyatakan membaik. Keduanya berusia sekitar 60 tahun.

Walaupun begitu, pemerintah setempat tetap melakukan pemantauan pada 21 orang di Illinois.

Dikutip dari MarketWatch, Centers for Disease Control and Prevention menyatakan hingga 30 Januari waktu setempat, sudah ada enam kasus infeksi virus corona yang dikonfirmasi di AS. Sementara, 165 orang di negeri Paman Sam juga berada di bawah pengawasan.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓