Panglima Hadi Tjahjanto: TNI Siap Bantu Program KB hingga Perbatasan

Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 21 Jan 2020, 06:00 WIB
Diperbarui 21 Jan 2020, 10:20 WIB
BKKBN

Liputan6.com, Jakarta Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan, TNI siap membantu program Keluarga Berencana (KB) di masyarakat. Dalam hal ini, terkait pelaksanaan KB di perbatasan.

Jaringan TNI yang luas menjangkau daerah hingga perbatasan dapat menyokong pelaksanaan program KB.

"Kami memiliki struktur sampai daerah. Dan siap membantu program KB di masyarakat. Terkait KB di perbatasan, silakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan penentuan wilayahnya. Di daerah mana saja nanti program KB-nya," kata Hadi saat menerima audiensi Kepala BKKBN Hasto Wardoyo di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, ditulis Senin (20/1/2020).

"Setelah ditetapkan titiknya, kami segera programkan dengan teritorial yang ada di sana. Sudah ada MoU TNI dan BKKBN yang saya minta ditindak lanjuti dengan adanya perjanjian kerjasama. Saya yakin, bila program keluarga berencana bisa berjalan dengan baik, maka pada tahun 2045 dapat tercipta generasi-generasi unggul."

Sebagaimana keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com, TNI sejak awal sampai sekarang konsisten mendukung program KB. Seluruh anggota TNI harus memiliki anak dua.

"Karena dengan memiliki dua anak, masalah mengatur pendidikan dan kesejahteraannya akan lebih mudah. Saya juga sangat mengapresiasi dan mendukung adanya program Kampung KB,” tambah Hadi.

2 dari 3 halaman

Belum Terlayani Pemasangan Kontrasepsi

BKKBN
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo melakukan audiensi dengan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Rabu (15/1/2020). (Dok Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional/BKKBN)

Hasto Wardoyo mengharapkan, TNI dapat mendukung program KB di perbatasan, terutama perbatasan Indonesia dan Malaysia. Pelayanan untuk pemasangan alat kontrasepsi belum dapat sepenuhnya dinikmati warga di sana.

“BKKBN mengharapkan dukungan dari TNI, khususnya program KB di perbatasan, yakni Indonesia dan Malaysia (Kalimantan Barat). Banyak pekerja perkebunan kelapa sawit yang tinggal bersama keluarganya di kamp perkebunan, tapi belum terlayani untuk pemasangan kontrasepsi," jelasnya.

"Saat ini sudah ada MoU, kami harap bisa dilanjutkan dengan perjanjian kerjasama sehingga memperkuat dukungan program KB. Kemudian dukungan TNI di Kampung KB sesuai amanah Presiden Kampung KB harus tetap dihidupkan, BKKBN juga akan melaksanakan Jambore Kampung KB."

Audiensi dengan Panglima TNI dalam rangka memperkuat kerjasama BKKBN dengan TNI yang telah lama terjalin dalam mendukung pencapaian program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Upaya ini juga sebagai ajang silaturahmi Kepala BKKBN dengan jajaran Mabes TNI.

Hadir dalam audiensi antara lain Sekretaris Utama BKKBN Nofrijal, Inspektur Utama Agus Sukiswo, Deputi Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan Rizal Damanik, Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga M Yani, Direktur Bina Kesertaan KB Jalur Swasta Widwiono.

Dari Mabes TNI yang hadir, yaitu Aster Panglima TNI Mayjen TNI George E Supit, Aspers Panglima TNI Marsda Dyah Yudanardi, dan Kapuskes TNI Mayjen TNI Bambang.  

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓